Abstract :
Profil Kesehatan Indonesia (2019) menyatakan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan memiliki data desa
dengan Open Defecation Free (ODF) sebesar 483 (24%) desa dari 2008 desa di Provinsi Kalimantan
Selatan, hal ini menyatakan bahwa masih tingginya perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di
Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status ekonomi dan
perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dengan kepemilikan jamban keluarga di Desa Tatah
Mesjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik
pengambilan sampel Propotional Random Sampling dengan jumlah sampel 66 orang menggunakan alat
ukur kuesioner dan metode penelitian wawancara, analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji
bivariat dengan menggunakan uji statistik, pada variabel status ekonomi menunjukan nilai p value = 0,000,
hal ini menunjukkan ada hubungan status ekonomi dengan kepemilikan jamban keluarga dan variabel
perilaku menunjukan nilai p value = 0,001, hal ini menunjukan ada hubungan perilaku dengan kepemilikan
jamban keluarga. Saran dalam penelitian ialah perlunya informasi terhadap Puskesmas dan Tokoh
masyarakat setempat agar dapat mencari solusi bersama dalam pengadaan jamban keluarga pada setiap
rumah di Desa Tatah Mesjid
The Indonesian Health Profile (2019) states that South Kalimantan Province has village data with Open
Defecation Free (ODF) of 483 (24%) villages from 2008 villages in South Kalimantan Province, this shows
that open defecation (BABS) is still high. in South Kalimantan Province. The purpose of this study was to
determine the relationship between economic status and open defecation (open defecation) behavior with
family toilet ownership in the village of Tatah Mesjid. This study used a quantitative approach with a cross
sectional design. The sampling technique was proportional random sampling with a sample size of 66
people using a measuring instrument questionnaire and interview research methods, data analysis using
the Chi Square test. The results of the bivariate test using statistical tests, the economic status variable
shows p value = 0.000, this shows that there is a relationship between economic status and family latrine
ownership and the behavior variable shows the p value = 0.001, this shows that there is a relationship
between behavior and family latrine ownership . Suggestions in the research are the need for information
on Puskesmas and local community leaders so that they can find joint solutions in the provision of family
latrines in every house in Tatah Mesjid Village.