Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pembuatan kerupuk ikan pipih di Kecamatan
Bakumpai Kabupaten Barito Kuala, mengetahui besarnya persentase dari masing ? masing komponen struktur
biaya usaha pembuatan kerupuk ikan pipih di Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala, dan mengetahui
penerimaan dan pendapatan yang diperoleh dalam usaha pembuatan kerupuk ikan pipih di Kecamatan
Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sensus, dimana
untuk penetapan responden dilakukan kepada seluruh pelaku usaha pembuatan kerupuk ikan pipih di Kecamatan
Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Berdasar hasil penelitian dan olahan data dalam satu bulan produksi
menunjukkan komponen biaya terbesar meliputi pembelian daging ikan pipih sebesar 64,23%, tepung tapioka
10,94%, tenaga kerja 10,79%, bahan pelengkap 6,78%, sewa bangunan 4,73%, biaya listrik, biaya penyusutan
alat, dan bahan bakar, yang masing - masing kurang dari 2%. Untuk hasil analisis pendapatan pelaku usaha
pembuatan kerupuk ikan pipih di Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala adalah sebesar Rp.
2.102.924,17 dimana nilai untuk total penerimaan adalah sebesar Rp. 7.239.285,71 dan nilai dari total biaya
adalah sebesar Rp. 5.136.361,55. Perhitungan R/C ratio sebesar 1,41 menunjukan bahwa kegiatan usaha
pengolahan kerupuk ikan pipih di Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala sudah efisien
The purpose of this study was to determine the technique of making flat fish crackers in Bakumpai District,
Barito Kuala Regency, to know the percentage of each component of the business cost structure of making flat
fish crackers in Bakumpai District, Barito Kuala Regency, and to know the revenue and income earned in the
business making flat fish crackers in Bakumpai District, Barito Kuala Regency. The method used in this
research is the census method, in which the determination of respondents is carried out to all flat fish cracker
making businesses in Bakumpai District, Barito Kuala Regency. Based on the results of research and data
processing in one month of production, the largest cost component includes the purchase of flat fish meat by
64.23%, tapioca flour 10.94%, labor 10.79%, complementary materials 6.78%, building rent 4, 73%, electricity
costs, equipment depreciation costs, and fuel, each of which is less than 2%. For the results of the analysis of
the income of the flat fish cracker making business in Bakumpai District, Barito Kuala Regency is Rp.
2,102,924.17 where the value for the total revenue is Rp. 7,239,285.71 and the value of the total cost is Rp.
5,136,361.55. The R / C ratio calculation of 1.41 shows that the flat fish cracker processing business activity in
Bakumpai District, Barito Kuala Regency is efficient