Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik penggunaan bawang putih (Allium sativum L.)
sebagai desinfektan terhadap daya hidup dan mortalitas embrio telur tetas itik Mojosari (Anas domesticus).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan tersebut
adalah (A0) larutan bawang putih 0%, (A1) larutan bawang putih 5%, (A2) larutan bawang putih 10% dan (A3)
larutan bawang putih 15%. Materi yang digunakan pada penelitian ini 400 butir telur tetas itik Mojosari dan 1 unit
mesin tetas kapasitas 450 butir. Variabel dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA, bila sidik ragam
menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan?s Multiple Range Test (DMRT)
untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Variabel utama yang diukur adalah daya hidup embrio dan mortalitas
embrio. Fertilitas diukur sebagai variabel pendukung. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh bahwa tingkat
dosis penggunaan larutan bawang putih sampai dengan konsentrasi 15% tidak berpengaruh nyata terhadap fertilitas,
daya hidup embrio dan mortalitas embrio.
This study aims to find out the best dose of garlic use (Allium sativum L.) as a disinfectant against the life
force and mortality of embryonic hatched eggs Mojosari (Anas domesticus). This study used a complete randomized
design (RAL) of 4 treatments with 5 repetitions. The treatment is (A0) garlic solution 0%, (A1) garlic solution 5%,
(A2) garlic solution 10% and (A3) garlic solution 15%. The material used in this study was 400 hatched eggs
Mojosari ducks and 1 unit of hatching machine capacity of 450 grains. Variables are analyzed using ANOVA
variance, if the variance shows a significant effect (P <0.05) then continued with Duncan's multiple range test
(DMRT) to see the differences between treatments. The main variables measured are the life force of the embryo
and the mortality of the embryo. Fertility is measured as a supporting variable. Based on the results of statistical
analysis obtained that the dose level of use of garlic solution up to a concentration of 15% has no significant effect
on fertility, embryo life force and embryo mortality.