Abstract :
Kalimantan Selatan memiliki banyak destinasi wisata religi seperti masjid
atau surau tua dengan arsitekturnya yang khas hingga makam-makam ulama.
Kabupaten Banjar misalnya, memiliki beberapa destinasi wisata religi. Di
antaranya yang paling terkenal adalah Makam Syekh Muhammad Arsyad Al
Banjari. Sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari memang dikenal sebagai
seorang ulama yang alim dan saleh di masanya. Beliau dilahirkan di Desa Lok
Gabang, Kabupaten Banjar pada 17 Maret 1710 dan meninggal dunia di Dalam
Pagar, Kabupaten Banjar pada 13 Oktober 1812. Makamnya berada di Desa
Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Martapura, Kabupaten Banjar.
Penjadwalan proyek yang dilakukan selama ini pada proyek konstruksi di
Kalimantan Selatan Banjarmasin masih jarang sekali menggunakan metode yang
telah baku seperti TCTO. Sehingga kerap kali terjadi perbedaan antara rencana
kerja dengan realisasi pekerjaan, yang pada akhirnya menyebabkan
keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Sehingga perlu kiranya mengkaji
TCTO yang memiliki kelebihan dalam penjadwalan proyek sekaligus metode
percepatan proyek, jika di tengah jalan diketahui proyek mengalami
keterlambatan dari rencana kerja awal. Berdasarkan hasil analisis menggunakan
metode Time Cost Trade Off diperoleh waktu penyelesaian proyek yang semula
240 hari berubah menjadi 210 hari sehingga terdapat selisih waktu 30 hari dari
jadwal normal proyek, dan tambahan biaya dimana pada kondisi biaya normal
proyek adalah sebesar Rp 13.174.676.934,98,- dan total biaya tambahan
pekerjaan proyek setelah percepatan dengan menggunakan metode TCTO adalah
sebesar Rp 314.446.667,43,- sehingga mengurangi keuntungan proyek sebesar
2,3 % dari nilai kontrak atau 15 % dari keuntungan.
Kata Kunci : Analisis Time Cost Trade Off (TCTO), Cost Slope Waktu dan Biaya.
South Kalimantan has many religious tourism destinations such as mosques or old
surau with distinctive architecture to the tombs of scholars. Banjar Regency, for
example, has several religious tourism destinations. Among the most famous is the
Tomb of Sheikh Muhammad Arsyad Al Banjari. The figure of Sheikh Muhammad
Arsyad Al Banjari was indeed known as a pious and pious scholar in his time. He was
born in Lok Gabang Village, Banjar Regency on March 17, 1710 and died in Dalam
Pagar, Banjar Regency on October 13, 1812. His grave was in Kalampayan Tengah
Village, Astambul District, Martapura, Banjar Regency Project scheduling carried out
so far on the construction project in South Kalimantan Banjarmasin still rarely uses
standard methods such as TCTO. So that there are often differences between work plans
and work realization, which in turn causes delays in project completion. So it is
necessary to review the TCTO which has advantages in project scheduling as well as the
project acceleration method, if in the middle of the road it is known that the project is
experiencing delays from the initial work plan. Based on the results of the analysis
using the Time Cost Trade Off method, the completion time of the project which was
originally 240 days changed to 210 days so that there is a difference of 30 days from the
project's normal schedule, and additional costs where the project's normal cost is IDR
13,174,676,934.98, - and the total additional cost of project work after acceleration
using the TCTO method is Rp. 314,446,667.43,-
thus reducing the project profit by 2.3% of the contract value or 15% of the profit.
Keywords: Time Cost Trade Off (TCTO) Analysis, Cost Slope Time and Cost