Abstract :
Supiansyah, NPM. 16.12.0002 PELAYANAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN DI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BARITO KUALA. Bimbingan Bapak Murdiansyah Herman sebagai Pembimbing Utama dan Ibu Fika Fibriyanita sebagai Co Pembimbing.
Adapun tujuan pada penelitian ini : Untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan Umum Dan Kepegawaian Di Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka mengetahui dan memahami Pelayanan Umum dan Kepegawaian di Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala
Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala adalah Pola Pangan Harapan (PPH) di Kabupaten Barito Kuala masih rendah karena pola makan masyarakat masih belum beragam, bergizi seimbang dan masih didominasi bahan makan berupa beras. Penanganan distribusi pangan melalui program penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat dalam rangka stabilitas harga belum optimal dan memadai, karena penempatan PLDPM belum merata. Pengawasan keamanan pangan belum optimal, terutama untuk komoditi pangan segar berupa sayuran dan buah buahan. Kemudian pencapaian penanganan kerawanan pangan masih belum optimal akibat kurangnya sumberdaya manusia. Penguatan kelembagaan lumbung pangan dan perluasan desa mandiri pangan masih belum maksimal. Kualitas SDM masih rendah, sehingga teknologi usaha perikanan belum bisa dikuasai sepenuhnya. Lemahnya permodalan merupakan masalah klasik belum bisa terpecahkan secara tuntas. Disisi lain lembaga perkreditan/perbankan kurang berminat menyalurkan kredit, karena usaha perikanan dinilai berisiko tinggi. Tumpang tindih pemanfaatan lahan yang terus terjadi, sebagai akibat dari belum optimalnya penyusunan tata ruang dan pengendaliannya. Degradasi sumberdaya perikanan karena eksploitasi yang tidak berwawasan lingkungan maupun dampak dari kegiatan lain, misalnya adanya perkebunan sawit, stockfile batu bara. Mutu produk olahan perikanan yang memiliki mutu rendah sehingga bernilai jual rendah. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa ke tiga aspek yang digunakan dalam mengukur kinerja Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala dalam pelayanan publik yaitu Kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas. Ada satu aspek yang belum berjalan baik, yakni Aspek Kualitas Layanan. Padahal aspek tersebut sangat berpengaruh yang signifikan terhadap kinerja pada Badan Ketahanan Pangan. Pada program serta pelayanan yang tidak berjalan secara efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala. Kemudian faktor tingkat pendidikan serta pengalaman para pegawai Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala masih rendah sehingga mempengaruhi dalam menjalankan tugas pokok serta fungsinya
Supiansyah, NPM. 16.12.0002 PUBLIC SERVICES AND PERSONNEL IN THE
SERVICE OF FOOD SECURITY AND FISHERIES, BARITO KUALA DISTRICT.
Guidance Mr Murdiansyah Herman as the Principal Advisor and Ms Fika Fibriyanita
as Co Advisor.
The purpose of this study: To determine the implementation of public services and
personnel at the Food and Fisheries Security Service, Barito Kuala Regency.
In this study the authors used a qualitative approach, namely to find out or describe the
reality of the events under study so that it would be easier for the authors to obtain
objective data in order to know and understand Public Services and Personnel at the
Food and Fisheries Security Service of Barito Kuala Regency
The results showed that based on the Service Tasks and Functions at the Food and
Fisheries Security Service of Barito Kuala Regency, the Food Hope Pattern (PPH) in
Barito Kuala Regency is still low because the people's diet is still not diverse, nutritionally
balanced and is still dominated by foodstuffs in the form of rice. Handling of food
distribution through a program to strengthen community food distribution institutions in
the context of price stability is not optimal and adequate, because PLDPM placement is
not evenly distributed. Food safety control is not optimal, especially for fresh food
commodities in the form of vegetables and fruits. Then the achievement of handling food
insecurity is still not optimal due to lack of human resources. Strengthening food storage
institutions and expanding food independent villages are still not maximal. The quality of
human resources is still low, so fisheries business technology cannot be fully mastered.
Weak capital is a classic problem that has not been completely resolved. On the other
hand, credit institutions / banks are less interested in extending credit, because fisheries
are considered high risk. Land use overlaps that continue to occur, as a