Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) strategi pemasaran yang digunakan oleh
UKM Kerajinan Bambu Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam meningkatkan angka
penjualan, (2) masalah atau kendala yang dihadapi oleh UKM Kerajinan Bambu Loksado
Kabupaten Hulu Sungai Selatan selaku produsen utama dalam menjalankan strategi pemasaran
dan (3) solusi dari berbagai masalah yang teridentifikasi sehingga dapat membantu UKM
Kerajinan Bambu Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam menghadapi permasalahan
yang muncul.
Rancangan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan merupakan penelitian
kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di lapangan secara khusus UKM kerajinan bambu
Loksado dengan analisis data penelitian meliputi reduksi data, display data serta verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan (1) strategi pemasaran yang diterapkan UKM Kerajinan
Bambu Loksado menggunakan strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix), (2) untuk
meningkatkan penjualan UKM Kerajinan Bambu Loksado meliputi strategi produk dengan
diversifikasi produk kerajinan, strategi harga yaitu menjual dengan harga terjangkau, strategi
promosi berpusat pada periklanan, pejualan perseorangan dan promosi penjualan serta strategi
tempat dengan memasarkan produk di tempat produksi, pasar, toko penjual pernak-pernik serta
melalui online. (3) Kendala yang dihadapi UKM Kerajinan Bambu Loksado bersumber dari
para pengrajin yang sudah berumur dan para pengrajin kurang memahami teknologi informasi
terkini khususnya mengenai aplikasi internet. Solusi yang diharapkan adalah adanya rotasi
pergantian pengrajin yang lebih muda sehingga mampu menyerap informasi perkembangan
zaman dan keinginan konsumen. Para pengrajin senior dapat menjadi pelatih dan pengawas
dalam pengerjaan produksi. Dan adanya pelatihan terkait pemasaran digitalisasi /e-commerce.
This study aims to determine: (1) the marketing strategy used by SMEs Loksado Bamboo Crafts in Hulu Sungai
Selatan Regency in increasing sales figures, (2) problems or obstacles faced by SMEs of Bamboo Crafts Loksado
in Hulu Sungai Selatan Regency as the main producers in carrying out the strategy. marketing and (3) solutions
to various identified problems so that they can help Loksado Bamboo Craft SMEs in Hulu Sungai Selatan Regency
in dealing with emerging problems.
This research design is a qualitative research and is a descriptive qualitative research. The research was
conducted in the field specifically for Loksado bamboo handicraft SMEs with research data analysis including
data reduction, data display and verification.
2
The results showed (1) the marketing strategy applied by Loksado Bamboo Craft SMEs used a Marketing Mix
strategy, (2) to increase sales of Loksado Bamboo Craft SMEs included a product strategy with diversification of
handicraft products, a price strategy that is selling at affordable prices, a strategy Promotion centers on
advertising, personal selling and sales promotion as well as on-site strategy by marketing products at production
sites, markets, knick-knacks shops and online. (3) Constraints faced by Loksado Bamboo Craft SMEs come from
the old craftsmen and the craftsmen who do not understand the latest information technology, especially regarding
internet applications. The solution that is expected is a rotation of younger craftsmen so that they are able to
absorb information about the times and consumer desires. Senior craftsmen can become trainers and supervisors
in production work. And training related to digitalization/e-commerce marketing.