Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dimana pemerintah Indonesia begitu gencar
mendorong pertumbuhan investasi dan wirausaha. Sejalan dengan itu, diharapkan Perbankan
syariah dapat berkontribusi mewujudkan tujuan pemerintah dengan memberikan pembiayaan
kepada calon investor dan wirausahawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh Brand Image terhadap minat pinjam modal UMKM menggunakan jasa pembiayaan di
bank syariah melalui Minat sebagai variabel intervening. Pengumpulan data dilakukan melalui
penyebaran kuesioner dan data peminjaman nasabah dari Bank Kal-Sel Syariah.. Analisis data
pada penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik
probability sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 28 responden. Alat analisis pada
penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS versi 20. Analisis ini meliputi uji validitas, uji
reliabilitas, uji F test, uji statistik T tes.. Hasil uji Ttest menunjukkan bahwa brand image
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pinjam modal UMKM.
This research is motivated by the conditions where the Indonesian government is so aggressively
encouraging the growth of investment and entrepreneurship. In line with that, it is hoped that
Islamic banking can contribute to realizing the government's goals by providing financing to
potential investors and entrepreneurs. The purpose of this study was to determine the effect of
Brand Image on interest in lending to MSMEs using financing services at Islamic banks through
interest as an intervening variable. Data was collected through questionnaires and customer
loan data from Bank Kal-Sel Syariah. The data analysis in this study was quantitative data
analysis. Sampling using probability sampling technique. The samples obtained were 28
respondents. The analytical tool in this study uses SPSS version 20. This analysis includes
validity test, reliability test, F test, statistical test T test. The results of the T-test show that brand
image has a positive and significant effect on MSMEs' interest in borrowing capital.