Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) Untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran
yang diterapkan dalam Umkm Minuman Cappucino Cincau Abude di Banjarmasin, Dan (2)
Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihdapi oleh Umkm Minuman Cappucino Cincau
Abude di Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu studi kasus yang menghasilkan
data-data deskriptif yang dituangkan dalam kata-kata. Teknik pengumpulan data adalah
primer dan sekunder, dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi dalam meningkatkan omzet penjualan
cappuccino cincau abude yaitu dengan strategi segmentasi, targeting, positioning dan
khususnya bauran pemasaran (marketing mix) 7p sudah diterapkan omzet penjualan pada
Umkm Minuman Cappucino Cincau Abude meskipun belum sepenuhnya. Usaha ini
melakukan inovasi kemasan pada produk, memperluas pasar penjualan, dan menambahkan
kegiatan promosi. Adapun kendala yang dihadapi usaha minuaman Cappuccino Cincau
Abude dalam produksi mengenai tidak habis nya bahan mentah seperti es batu.
This study aims to examine: (1) To find out how the marketing strategy is applied in the
Cincau Abude Cappucino Drink MSME in Banjarmasin, and (2) To find out what are the
obstacles faced by the Cincau Abude Cappucino Drink MSME in Banjarmasin.
This study uses a qualitative method, namely a case study that produces descriptive data
as outlined in words. Data collection techniques are primary and secondary, using
observation, interview and documentation techniques.
The results of this study indicate that the strategy in increasing sales turnover of cincau
abude cappuccino is the segmentation strategy, targeting, positioning and especially the 7p
marketing mix that has been applied to sales turnover in the Cincau Abude Cappuccino
Beverage SMEs although not completely. This business innovates product packaging,
expands the sales market, and adds promotional activities. The obstacles faced by the
Cappuccino Cincau Abude beverage business in the production of raw materials such as ice
cubes do not run out.