Abstract :
Rendahnya penghasilan masyarakat dilingkungan desa tertinggal berakibat pada ketidakmampuan untuk membangun akses sanitasi yang layak. Minimnya akses sanitasi dilingkungan masyarakat desa tertinggal berdampak pada terbiasanya masyarakat dengan BABS yang menyebabkan meningkatnya angka stunting. Stunting adalah salah satu faktor penyebab permukiman/desa tertinggal. Adanya intervensi pemerintah melalui kementerian PUPR dalam menanggapi hal ini yaitu dengan terlaksananya program sanitai perdesaan padat karya (SANDES). Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengetahui strategi komunikasi pembangunan yang dilakukan kementerian PUPR di desa raden sebagai penerima manfaat. Informan dalam penelitian ini adalah ketua KSM Raden sejahtera, Kades raden, TFL Pemberdayaan dan fasilitator kabupaten serta beberapa masyarakat penerima manfaat dan kepala tukang. Adapun metode pangumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan terknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pembangunan yang dilakukan kementerian PUPR untuk desa raden dalam program SANDES yaitu strategi komunikasi partisipator, strategi komunikasi desain instruksional dan startegi komunikasi pemasaran. Terdapat 2 hambatan pada proses trategi komunikasi pembangunan yang dilakukan yaitu adanya pengaruh psikologi prasangka dikalangan masyarakat (minim partisipan) dan adanya masyarakat yang sulit menerima perubahan (masyarakat kelompok akhir/late majority) dengan upaya yang dilakukan melaui peningkatan pemahaman dan wawasan masyarakat melalui pelatihan dan kampanye PHBS dan upaya pendekatan berinteraksi secara langsung kepada masyarakat desa raden.
The low income of the community in underdeveloped villages results in the inability to build
access to proper sanitation. The lack of access to sanitation in disadvantaged rural communities has an
impact on people's familiarity with open defecation which causes an increase in stunting rates. Stunting
is one of the factors causing underdeveloped settlements/villages. The government intervention through
the ministry of PUPR in response to this is the implementation of the labor-intensive rural sanitation
program (SANDES).
This type of research uses qualitative research methods with a descriptive approach. To find
out the development communication strategy carried out by the Ministry of PUPR in Raden Village as
a beneficiary. Informants in this study were the head of KSM Raden Prosperous, Kades Raden, TFL
Empowerment and district facilitators as well as several beneficiary communities and head craftsmen.
The data collection method used in this study is through interviews, observation and documentation
with analytical techniques using data reduction, data presentation, inference and verification.
The results of this study indicate that the development communication strategies carried out
by the Ministry of PUPR for Raden villages in the SANDES program are participatory communication
strategies, instructional design communication strategies and marketing communication strategies.
There are 2 obstacles in the development communication strategy process carried out, namely the
psychological influence of prejudice among the community (minimum participants) and the existence
of people who are difficult to accept change (late majority society) with efforts made through increasing
public understanding and insight through training and campaigns. PHBS and approach efforts to interact
directly with the raden village community.