Abstract :
Digital marketing menjadi bagian dari strategi pemasaran yang wajib dipunyai oleh para
pelaku usaha khususnya para pelaku UMKM di masa pandemi ini. Kemudahan akses informasi
dengan berbagai produk teknologi yang kemudian dibarengi pembatasan sosial akibat covid-19
menjadikan masyarakat lebih banyak melangsungkan belanja online.
Penelitian ini bertujuan agar mengetahuo perspesi pelaku UMKM kampung purun terhadap
digital marketing dan pemanfaatan digital marketing itu sendiri. Pendekatan yang digunakan yaitu
kualittatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan
teknik purposive sampling, serta dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pelaku UMKM di kampung purun masih
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1) Pengetahuan, 2)Tingkat Kesulitan, dan 3) Efesiensi waktu.
Pelaku UMKM kampung purun cenderung belum optimal dalam proses pemasaran online dan lebih
mengandalkan penjualan offline. Hal ini dibuktikan dengan masih kurangnya komunikasi yang
dilakukan oleh pelaku UMKM dengan khalayak terhadap produk kerajinan mereka dan masih adanya
kelompok pengrajin yang belum memakai e-commerce.
Digital marketing is one of the marketing strategies that must be owned by business actors,
especially MSME players during this pandemic. Ease of access to information with various
technology products, which is then accompanied by social restrictions due to COVID-19, has made
more people do online shopping.
This study aims to determine the perception of UMKM in Kampung Purun towards digital
marketing and the use of digital marketing itself. The approach used is qualitative with descriptive
method. Data collection techniques through observation, interviews with purposive sampling
technique, and documentation.
The results showed that the perception of UMKM in the village of Purun is still influenced by
several factors, namely: 1) Knowledge, 2) Difficulty level, and 3) Time efficiency. The perpetrators of
UMKM in Kampung Purun tend to be not optimal in the online marketing process and rely more on
offline sales. This is evidenced by the lack of communication carried out by UMKM actors with the
audience for their craft products and the existence of groups of craftsmen who have not used ecommerce.