Abstract :
Secara nasional, terdapat 69,27% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi
layak, persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak terendah adalah Papua
33,75%, Bengkulu 44,31%, dan Nusa Tenggara Timur 50,72%. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di Desa Banua
Rantau Wilayah Kerja Puskesmas Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian survey
analitik dengan desain cross sectional, menggunakan data primer yang diperoleh dari responden
yaitu Kepala Keluarga dengan instrument kuesioner dan lembar checklist serta data sekunder yang
diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Puskesmas Banua Lawas, dan Kantor
Kepala Desa Banua Rantau. Data dianalisis secara analitik dan diuji secara statistik dengan uji Chi
Square pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan
yang bermakna antara pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), penghasilan (p=0,000), dan
pengetahuan (p=0,000) dengan kepemilikan jamban keluarga. Disarankan bagi petugas kesehatan
lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Banua Lawas agar meningkatkan penyuluhan kesehatan
mengenai pentingnya kepemilikan jamban keluarga dan sanitasi lingkungan dan diharapkan
kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong agar membangun jamban umum (jamban komunal)
sebagai sarana/tempat untuk buang air besar bagi masyarakat yang belum mampu untuk
membangun jamban keluarga.
Nationally, there are 69,27% households that have access to sanitation, worth the
percentage of households that have access to sanitation worthy of the lowest is Papua 33,75%,
Bengkulu 44,31%, and East Nusa Tenggara 50,72%. This study aims to analyzing the factors
related to family latrine ownership in Banua Rantau village, sub-district Banua Lawas of, regency
of Tabalong. This research is analytic survey study with cross sectional design using the primary
data was collected from the responden of household with questionnaire instrument and sheets of
checlist and the secondary data from district health Tabalong offices, Puskesmas Banua lawas,
and the village Banua Rantau office. The data was analyzed by analytic and statitical test with chi
square test with degree of confidence was 95%. The result of statistic analysis indicates that there
was a significant correlation between education (p=0,000), the job (p=0,000), the income
(p=0,000), and the knowledge (p=0,000) with atrine ownership. It is recommended for
environmental health workers in the working area of Banua Lawas Health Center to provide
continuous health education on the importance of atrine ownership and environmental sanitation.
It is expected that the Tabalong health department government to build a public latrine (communal
latrine) as a means to defecate for the community have not been able to build latrines.