Abstract :
Kebutuhan akan bahan bangunan terutama dinding baik yang di gunakan pada permukiman
mulai dari rumah sederhana sampai rumah kelas menengah semakin meningkat . Peningkatan
akan kebutuhan bahan bangunan tersebut harus disikapi dengan pemanfaatan dan penemuan
bahan alternatif kemudahan pengerjaan serta hemat biaya.Salah satu alternatif untuk
menambah kualitas batako yaitu dengan mengubah campuran dari ampas tebu Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kualitas batako menggunakan limbah serat ampas tebu untuk
mengetahui nilai kuat tekan dan daya serap air batako pada umur 28 hari. Hasil penelitian ini
adalah nilai kuat tekan batako dengan variasi penambahan serat ampas tebu 0%, 25% sebesar
133, 185 kg/cm², 29,037 kg/cm²yang memenuhi kriteriabata beton pejal IV, dengan variasi
campuran ampas tebu 50%,75% sebesar 4,296 kg/cm², 2,222 kg/cm² tidak memenuhi kriteria
bata beton pejal I,II,III, maupun IV. Nilai daya serap air batako dengan variasi penambahan
serat ampas tebu 0%, 25%, 50%, 75% sebesar 5,911%, 5,004%, 4,913%, 3,436%.
The need for building materials, especially good walls that are used in settlements ranging from
simple houses to middle-class houses, is increasing. The increase in the need for building
materials must be addressed by the use and discovery of alternative materials that are easy to
work with and cost-effective. One alternative to increase the quality of the bricks is by changing
the mixture of bagasse. compressive strength and water absorption of bricks at the age of 28
days. The results of this study are the compressive strength of bricks with variations in the
addition of 0%, 25% bagasse fiber of 133, 185 kg/cm², 29,037 kg/cm² which meets the criteria
of solid concrete brick IV, with a variation of bagasse mixture 50%, 75% amounting to 4.296
kg. /cm², 2,222 kg/cm² does not meet the criteria for solid concrete bricks I, II, III, or IV. The
water absorption value of the bricks with variations in the addition of bagasse fiber 0%, 25%,
50%, 75% was 5.911%, 5.004%, 4.913%, 3.436%.