DETAIL DOCUMENT
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Kota Banjarmasin
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Veronica, Yulia
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2021-10-04 03:17:00 
Abstract :
Anemia merupakan salah satu resiko tingginya angka kematian ibu pada saat melahirkan, anemia defisiensi besi cenderung berlangsung di negara berkembang dari pada negara maju 36 % (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang negara yang sedang berkembang menderita anemia. Kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Kota Banjarmasin berjumlah 62 ibu hamil. penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Kota Banjarmasin pada bulan Januari-Desember tahun 2020 yang berjumlah 598 orang dengan jumlah sampel 86 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik acidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukan bahwa ibu hamil yang mengalami kejadian anemia sebesar 62 responden (72,1%), tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebesar 77 responden (89,5%), sebagian besar status gizi dengan kategori KEK sebesar 57 responden (66,3%), pengetahuan dengan kategori cukup sebesar 58 responden (67,4%). Ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p-value = 0,002), ada hubungan status gizi (p-value = 0,020) dan ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,029). Diharapkan pihak puskesmas dapat meningkatkan program penyuluhan secara berkala khususnya bagian KIA untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia selama kehamilan. Anemia is one of the high risks of maternal mortality during childbirth, iron deficiency anemia tends to occur in developing countries than in developed countries, 36% (or about 1400 million people) of the estimated population of 3800 million people in developing countries suffer from anemia. The incidence of anemia in pregnant women in the working area of Teluk Dalam Health Center Banjarmasin is 62 pregnant women. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Teluk Dalam Public Health Center, Banjarmasin City. This study uses a cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women in the Teluk Dalam Public Health Center in Banjarmasin City in January-December 2020, which amounted to 598 people with a total sample of 86 respondents and sampling using the acidental sampling technique. Data analysis using chi square test. The results of the analysis showed that pregnant women who experienced anemia were 62 respondents (72,1%), non-adherently consuming Fe tablets were 77 respondents (89,5%), most of the nutritional status in the KEK category were 57 respondents (66,3%). ), knowledge with sufficient category of 58 respondents (67,4%). There is a relationship between adherence to consuming Fe tablets (p-value = 0,002), there is a relationship between nutritional status (p-value = 0,020) and there is a relationship between knowledge (p-value = 0,029). It is hoped that the puskesmas can improve periodic counseling programs, especially the MCH section to increase knowledge of pregnant women about preventing anemia during pregnancy 
Institution Info

Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin