Abstract :
Based on the South Kalimantan data in 2020, Banjarmasin has the most Diabetes Mellitus cases with a
prevalence of 20.000 people who identified Diabetes in 2019. The study aims to understand the influence
of knowledge, behaviour, and dietary habit towards diabetes mellitus cases in Puskesmas Kait-Kait, 2021.
Design analytic was used as the research method with a cross sectional approach and the population is
7832 people who visited the Puskesmas Kait-Kait in 2020 Design analytic was used as the research
method with a cross-sectional approach and the population is 7832 people who visited the Puskesmas
Kait-Kait in 2020. Accidental Sampling method was used to take 99 responders as samplers. Statistical
test conducted using Chi-Square. From the result of Glucometer checks, around 22 people (22,2%)
suffered from diabetes. Around 27 people (27,2%) with good knowledge, 25 people (25,3%) with sufficient
knowledge, and 47 people (47%) with deficient knowledge of diabetes mellitus. Responders with good
behaviour are around 28 people (28,2%), around 46 people (46,4%) with sufficient behaviour, and around
25 people (25,3%) with deficient behaviour. Responders with sufficient dietary habits are 34 people
(34,3%) and with deficient dietary habits are 39 people (39,4%) In conclusion, there is no influence
between knowledge, behaviour and dietary habit with diabetes mellitus cases in Puskesmas Kait-Kait,
2021, knowledge (P-Value = 0,169),behavior P-Value (0,451) and dietary habit (P-Value = 0,798). It is
expected that health workers increase community knowledge with countseling about diabetes melitus.
Berdasarkan data kalsel Pada tahun 2020, penyakit diabetes terbanyak terdapat di Banjarmasin dengan
prevalensi 20.000 orang teridentifikasi menderita diabetes dari tahun 2019. Penelitian bertujuan
mengetahui pengaruh pengetahuan, perilaku dan pola makan dengan kejadian diabetes melitus di
Puskesmas Kait-Kait tahun 2021. Metode penelitian design analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang mengunjungi Puskesmas Kait-Kait pada tahun 2020
sebanyak 7832 orang. Sampel sebanyak 99 responden dengan metode penelitian acidendal sampling. Uji
statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian cek Glucometer dengan penyakit diabetes melitus
sebanyak 22 orang (22,2%). Pengetahuan responden baik sebanyak 27 Orang (27.2%), pengetahuan
responden cukup sebanyak 25 orang (25.3%), dan pengetahuan responden kurang sebanyak 47 orang
(47.5%). Perilaku responden baik sebanyak 28 orang (28.2%), perilaku responden cukup sebanyak 46
orang (46.4%), dan perilaku responden kurang sebanyak 25 orang (25.3%). Pola makan responden baik
sebanyak 34 orang (34.3%), pola makan responden cukup sebanyak 39 orang (39.4%), pola makan
responden kurang sebanyak 26 orang (26.3%). Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh pengetahuan,
perilaku dan pola makan dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Kait-Kait tahun 2021 dengan
Pengetahuan P-Value (0,169), Perilaku P-Value (0,541) dan Pola Makan P-Value (0,798). Diharapkan
petugas kesehatan meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan penyuluhan tentang diabetes melitus.