Abstract :
Penelitian ini di latarbelakangi dengan adanya kasus yang mengarah pada perilaku Lesbian di Desa Sungai Danau. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang faktor-faktor penyebab lesbian pada siswi Smp yang ada di Desa Sungai Danau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek Penelitian 2 orang perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan wawancara secara mendalam, obervasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 jenis perilaku lesbian pada subjek yaitu subjek 1 berperilaku lesbian butcy jenis perilaku lesbian ini berpenampilan tomboy seperti laki-laki, memakai pakaian laki-laki, sedangkan subjek 2 yaitu jenis perilaku lesbian femme jenis perilaku lesbian ini feminim seperti perempuan, memakai pakaian perempuan pada umumnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi lesbian adalah faktor latar keluarga yang kurang harmonis, faktor, lingkungan pergaulan, faktor kurangnya pengetahuan tentang agama, faktor pengalaman masa lalu yang buruk dengan lawan jenis. Dari Hasil penelitian yang diperoleh ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi lesbian yaitu:
Faktor yang melatarbelakangi subjek 1 menjadi lesbian yaitu Faktor latar belakang keluarga yang kurang haromis dan juga keluarga yang tidak lengkap, kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, ayahnya meninggal dunia, dan ibunya menikah lagi dan dia punya ayah tiri, subjek 1 merasa tidak diperdulikan, tidak diberi kasih sayang oleh orang tuanya, sehingga faktor keluarga yang tidak harmonis lah yang membuat subjek 1 memilih untuk menjadi lesbian. Sedangkan, subjek 2 tidak mengalami masalah apa-apa dengan orang tuanya, keluarganya baik-baik saja, orang tuanya masih lengkap, orang tuanya perhatian dan sayang dengan dia, keluarganya harmonis. Sesuai dengan penelitian dari Ningsih & Yeni Karneli (2019).
faktor yang melatarbelakangi subjek 1 menjadi lesbian yaitu faktor pergaulan yang tidak baik, subjek 1 berteman dengan teman yang berperilaku lesbian, subjek 1 terpengaruh oleh teman lesbinya, sehingga salah pergaulan yang mengakibatkan subjek 1 ikut menjadi lesbian juga. Sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Harmaini dan Ratna Juita (2016). Sedangkan subjek 2 tidak mempunyai teman lesbian, subjek 2 mempunyai teman-teman yang baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Faktor yang melatarbelakangi subjek 1 menjadi seorang lesbian ialah faktor kurangnya pengetahuan tentang ilmu agama, subjek 1 memang tidak tahu banyak tentang agama, dia juga jarang beribadah, dia jarang sholat dan belajar tentang agama, subjek 1 mengira bahwa menjadi lesbian itu tidak salah dan diperbolehkan saja seperti di luar negeri banyak yang menjadi lesbian dan gay, sehingga subjek 1 mengambil keputusan menjadi lesbian. Subjek 2 juga sama faktor yang membuat dia menjadi lesbi yaitu kurangnya pengetahuan tentang agama, walaupun dia sekolah yang ada pengetahuan tentang agamanya, tetapi subjek 2 melanggar aturan itu, subjek 2 mengira bahwa apa yang dilakukannya itu tidak salah besar, subjek 2 juga tidak terlalu maksimal dalam menjalankan ibadah seperti, sholatnya masih bolong-bolong dirumah itupun orang tua nya yang menyuruh dia untuk sholat. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu dari Febrya dan Elimirawati (2018).
Faktor yang melatarbelakangi subjek 1 menjadi seorang lesbian adalah faktor pengalaman masa lalu yang buruk dengan lawan jenis, subjek 1 trauma dengan masa lalu nya saat berpacaran dengan laki-laki mantan pacarnya itu ingin berbuat sesuatu yang tidak pantas kepada subjek 1, subjek 1 hampir saja mengalami pelecehan seksual, subjek 1 benci dengan laki-laki dia tidak mau lagi berpacaran dengan laki-laki, karna subjek 1 mengira bahwa semua laki-laki itu sama saja hanya bisa menyakiti, mempermainkan, tidak tulus, tidak sayang kepada subjek 1, dan hanya untuk memuaskan nafsu bejatnya saja, sehingga subjek 1 benar-benar trauma kepada laki-laki dan tidak ingin berpacaran dengan laki-laki lagi, hal itu lah yang membuat subjek 1 memilih untuk menjadi lesbian. Sesuai dengan penelitian terdahulu dari Ningsih & Yeni Karneli (2019). Subjek 2 tidak pernah mempunyai pengalaman masa lalu yang buruk dengan lawan jenis subjek 2 hanya pernah kecewa saja dengan lelaki karna atas sikap laki-laki yang egois, keras kepala, suka ngatur-ngatur, cemburuan yang membuat subjek 2 kecewa dan menangis.
This research is motivated by a case that leads to Lesbian behavior in Sungai Danau Village. This study aims to explain the factors that cause lesbians in junior high school students in Sungai Danau Village. This research is a qualitative descriptive research with a case study approach. The research subjects were 2 women who were still in junior high school. This study uses data collection techniques with in-depth interviews, observations, and documentation. The results showed that 2 typ