DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN BANJAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Machrul, Machrul
Subject
HJ Public Finance 
Datestamp
2021-11-18 03:15:18 
Abstract :
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan dari penelitian ini adalah rasio kemampuan keuangan daerah, rasio kemandirian keuangan daerah dan rasio pertumbuhan ekonomi serta Regresi Linier Berganda Metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan Kemampuan Keuangan Daerah sebesar 11,88 % masuk dalam kualifiksi kurang. Hal ini menunjukkan bahwa dalam membiayai pelaksanaan pemerintahan dan pembangunannya, Kabupaten Banjar masih sangat tergantung pada sumber keuangan dari Pusat. Sedangkan untuk Kemandirian Keuangan Daerah sebesar 13,97 % masuk dalam kategori instruktif. Ini menunjukkan Pemerintah Kabupaten Banjar belum mampu melaksanakan otonomi daerah secara finansial. Kemampuan Keuangan Daerah mempunyai hubungan negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat Pertumbuhan Ekonomi, artinya jika ada peningkatan Kemampuan Keuangan Daerah maka pertumbuhan ekonomi juga akan menurun namun tidak signifikan. Sedangkan untuk Kemandirian Keuangan Daerah mempunyai hubungan positif namun tidak signifikan terhadap tingkat Pertumbuhan Ekonomi, artinya jika ada peningkatan kemandirian keuangan daerah maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat namun tidak signifikan. Kemampuan Keuangan Daerah dan Kemandirian Daerah secara bersama-sama tidak mempunyai hubungan secara secara signifikan terhadap tinggi rendahnya Pertumbuhan Ekonomi. This research is descriptive research with a quantitative approach. The data analysis method used in this study is the ratio of regional financial ability, the ratio of regional financial independence and the ratio of economic growth and the Multiple Linear Regression Ordinary Least Square (OLS) method. The results showed that the Regional Financial Capability of 11.88% was included in the low qualification. This shows that in financing the implementation of government and its development, Banjar Regency is still very dependent on financial sources from the Center. Meanwhile, for Regional Financial Independence, 13.97% is included in the instructive category. This shows that the Banjar Regency Government has not been able to implement regional autonomy financially. Regional Financial Capability has a negative relationship but not significant effect on the level of Economic Growth, meaning that if there is an increase in Regional Financial Capability, economic growth will also decrease but not significantly. Meanwhile, regional financial independence has a positive relationship but not significant effect on the level of economic growth, meaning that if there is an increase in regional financial independence, economic growth will increase but not significantly. Regional Financial Capability and Regional Independence together do not have a significantly relationship to level of Economic Growth. 
Institution Info

Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin