Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen usahatani padi, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan, dan permasalahan yang ada pada manajemen usahatani padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Rukam pada bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria 1. Gapoktan ( 3 Responden yaitu Ketua.sekretaris, dan bendahara yang ada dalam struktur organisasi 2. Ketua kelompok tani ( 6 Respinden dari 6 kelompok tani yang bergabung di Gapoktan. 3. Anggota dalam kelompok tani yang berpengalaman paling lama ( 6 Responden yang berpengalaman usahatani dengan waktu > 16-30 tahun ). 4. Anggota kelompok tani yang cukup berpengalaman ( 6 responden yang berpengalaman usahatani dengan waktu > 2- 15 tahun), dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian usahatani padi ini menunjukkan total biaya rata-rata sebesar Rp 6.981.707,33/ha, -, rata-rata total produksi usahatani padi sebesar 2.720 kg/ha dengan harga jual Rp. 5.000 -, penerimaan Rp. 13.597.561/ha, -, pendapatan Rp. 6.731.435/ha, keuntungan Rp. 3.677.398, RCR 1,36, masalah manajemen usahatani padi yaitu Keterbatasan modal usaha bagi para a nggota kelompok tani, struktur organisasi yang belum pernah mengalami pergantian, kegiatan musyawarah yang dilakukan oleh gapoktan sering terjadi perdebatan diantara anggota.
This study aims to determine the management of rice farming, costs, revenue, income, profit,
feasibility, and problems that exist in rice farming management. The research was conducted in
Sungai Rukam Village in August 2020. This study used purposive sampling with criteria 1.
Gapoktan (3 respondents, namely the Chairperson, secretary, and treasurer in the organizational
structure 2. Chairperson of farmer groups (6 respondents from 6 groups) farmers who join
Gapoktan 3. Members in farmer groups who have the longest experience (6 respondents with
experience in farming> 16-30 years) 4. Members of farmer groups who are quite experienced (6
respondents who have experience farming with time> 2- 15 years), using a survey method. The
results of this rice farming research showed an average total cost of Rp. 6,981,707.33 / ha, -, the
average total production of rice farming was 2,720 kg / ha with a selling price of Rp. 5,000 -,
revenue of Rp. 13,597,561 / ha, - income of Rp. 6,731,435 / ha, profit of Rp. 3,677,398, RCR of
1.36, the problem of rice farming management is limited business capital for the a. members of
farmer groups, organizational structures that have never been replaced, deliberation activities
carried out by Gapoktan often lead to debates among members.