Abstract :
Alokasi Dana Desa merupakan satu aspek terpenting dari sebuah desa untuk menjalankan program-program dari
pemerintahan. Termasuk diantaranya adalah program untuk menyejahterakan masyarakat di wilayahnya.
Pemerintah desa diyakini lebih mampu melihat prioritas kebutuhan masyarakat dibandingkan pemerintah
Kabupaten yang secara nyata memiliki ruang lingkup permasalahan yang lebih luas dan rumit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan ADD terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa
Rejosari Mataram dalam perspektif ekonomi Islam. Kegunaan penelitian agar dapat dijadikan rujukan dalam
pengambilan keputusan yang di ambil dan sebagai pedoman programADD.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, cara yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini
adalah aperatur desa dan tokoh masyarakat di Desa Rejosari Mataram, dengan menggunakan metode perposive
sampling. Untuk menganalisa data, penulis menggunakan analisa model Miles dan Huberman dengan metode
berfikir deduktif.
Analisis penelitian ini yaitu dalam mendistribusikan ADD di Desa Tumbang Muroi sudah menggunakan asas adil
dan merata di beberapa desanyaur. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat kesimpulan yaitu pelaksanaan ADD
belum dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat secara keseluruhan. Karena ADD yang sangat minim sehingga komposisi pembagiannya dirasakan
kurang untuk masing-masing kegiatan seperti masalah ekonomi produktif yang belum terkelola dengan baik
bahkan belum terprogram karena aperatur desa dan tokoh masyarakat lebih memprioritaskan pembangunan jalan
yang masih sangat kurang sedangkan itu menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pembangunan yang sudah
dilaksanakan dari ADD di Desa Tumbang Muroi yaitu pembangunan jalan, gorong-gorong, jembatan,
pembangunan sinitasi air bersih dan kegiatan pembinaan lembaga kemasyarakatan.
Village Fund Allocation is one of the most important aspects of a village to carry out government programs.
Included among them are programs to improve the welfare of the people in the region. The purpose of this study
is to find out the management of ADD to improve community welfare in Rejosari Mataram Village in perspective
Islamic economics. The use of research is so that it can be used as a reference in making decisions taken and as a
guideline for ADD programs.
This research uses a type of field research with qualitative descriptive research methods, the methods used in this
research are: observation, interviews, and documentation. The population in this study were village officials and
community leaders in the Rejosari Village, Mataram, using the perposive sampling method. To analyze the data,
the writer used Miles and Huberman's model analysis with deductive thinking method.
The analysis of this research is that in distributing ADD in Tumbang Muroi Village, it has used the principle of
fairness and equality in several villages. Based on the results of this study, there is a conclusion that the
implementation of ADD cannot be felt directly by the community so that it cannot improve the welfare of the
community as a whole. Because ADD is very minimal, the composition of the distribution is felt to be insufficient
for each activity such as productive economic problems that have not been managed properly and even have not
been programmed because village officials and community leaders prioritize road construction which is still
lacking while it is a basic need of the community. The development that has been carried out from ADD in
Tumbang Muroi Village is the construction of roads, culverts, bridges, construction of clean water sanitation and
activities of fostering social institutions