Abstract :
Semakin tinggi tingkat industri dan perusahaan semakin besar pula tingkat kebutuhan tenaga listrik
untuk memenuhi kebutuhan energinya. Terutama energi listrik pada mesin pendingin seperti
Chiller,sehingga upaya penghematan energi listrik yang dapat berpengaruh ke biaya listrik yang
digunakan. Pada dasarnya pengoperasian Chiller di Bandara Syamsudin Noor masih dilakukan dengan
cara manual yang harus ada operator ke lokasi untuk menyalakan dan mematikan sesuai jam yang
ditentukan, dengan banyaknya peralatan yang di harus dioperasikan dan keterbatasan SDM. untuk
mengatasi masalah di lapangan sehingga menerapkan Building Automation System untuk
pengoperasian Chiller. bertujuan Mengetahui pengaruh penggunaan Bulding Automation System
terhadap konsumsi energi listrik dan biaya operasional yang digunakan pengoprasian Chiller yang
mempunyai beberapa cara pengoperasian yaitu secara manual,Schedule link dan Sequencing. Metode
yang digunakan adalah dimulai dari pengumpulan data peralatan, pengukuran peralatan yang dapat
diaplikasikan dengan BAS, membuat Wiring Diagram pada BAS, melakukan simulasi pengoperasian
dengan program Schedule link. Salah satu upaya dapat menghemat energi listrik dan biaya operasional,
penerapan Building Automation System untuk mengoperasikan Chiller dan monitoring terdapat
penurunan pengunaan energi listrik sebesar 2,484 Kwh jika di konversikan ke rupiah terdapat
penurunan biaya sebesar Rp 2.713.632 Melihat penurunan Konsumsi energi listrik dan biaya listrik
yang digunakan untuk pengoperasian Chiller menggunakan Building Atomation System sangat
menguntungkan bagi perusahaan dan lebih efesien dalam pekerjaan pengoperasian Chiller.