DETAIL DOCUMENT
USAHA PENANGKAR BENIH BAWANG MERAH (Allium ascalonium L.) DI KABUPATEN TAPIN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Saputra, Muhammad Ridwan
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2022-02-17 02:35:22 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis, besaran biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan dan permasalahan yang dihadapi usahatani penangkar benih bawang merah di Kabupaten Tapin. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Metode sensus digunakan kepada 8 orang penangkar benih bawang merah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah identitas responden teknis penangkar benih bawang merah. Jenis jumlah dan harga input yang digunakan dalam usahatani benih bawang merah, peralatan yang digunakan ( nilai awal, nilai sisa dan umur ekonomis) total produksi dan harga jual benih bawang merah. Permasalahan yang dihadapi dalam usahatani benih bawang merah. Hasil penelitian ini menunjukan Teknis usahatani penangkar bibit bawang merah meliputi persiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, penyiangan, penyiraman, pemupukan, pengendalian HPT, panen, dan kegiatan pascapanen. Biaya total rata-rata yang dikelurkan per satu kali musim tanam, penerimaan rata-rata sebesa Rp 91.406.250, pendapatan rata-rata sebesar Rp. 63.460.950, keuntungan rata-rata sebesar Rp. 57.897.519, dan kelayakan usaha sebesar 2,6 Permasalahan yang dihadapi petani responden yaitu kebanyakan petani lebih memilih menjadi petani bawang merah untuk konsumsi dari pada menjadi penangkar dikarenakan resiko yang diterima lebih besar dibandingkan menjadi petani bawang merah untuk konsumsi, dan bibit yang tidak habis terjual biasanya dijual sebagai bawang konsumsi sehingga menyebabkan kerugian pada petani responden. This study aims to determine the technical, cost, income, income, benefits, feasibility and problems faced by shallot seed farming in Tapin Regency. The sampling method used is the census method. The census method was used for 8 shallot seed breeders. The variable observed in this study was the identity of the technical respondent for the shallot seed breeder. Types of quantities and prices of inputs used in shallot seed farming, equipment used (initial value, residual value and economic life) amount of production and selling price of shallot seeds. Problems faced in onion seed farming. The results of this study indicate that shallot seed breeding cultivation techniques include seed preparation, land preparation, planting, weeding, watering, fertilizing, controlling HPT, harvesting, and post-harvesting. The average total costs incurred per one planting season, the average income is Rp. 91.406.250, the average income is Rp. 63,460,950, the average profit is Rp. 57,897,519, and Business Feasibility 2.6 The problem faced by respondent farmers is that most farmers prefer to become shallot farmers for consumption rather than breeders because the risk they accept is greater than being shallot farmers for consumption, and the seeds do not run out. seeds that are not used up are usually sold as consumption onions to the detriment of the respondent farmers. 
Institution Info

Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin