Abstract :
Broadly speaking, the long jump motion series consists of a prefix run, pushback, airborne motion, and landing. So that if the running speed is less, the initial run is also less than the maximum and the resulting horizontal thrust is small. For the explosive power of the leg muscles, if it is not strong or not high enough, the jumper cannot make a strong and fast repulsion on the pedestal as a result, the body cannot bounce as high and as far as possible.
The purpose of the study was to determine whether there was a 30 meter running speed contribution to the long jump ability. Contribution of leg muscle explosive power to long jump ability. The contribution of 30 meter running speed and leg muscle explosive power to the long jump ability of students at SDN Tamban Bangun Baru 1.
The method used in this study is the expost facto method, where the researcher takes variable data based on the existing conditions or has been owned by the sample. This is in line with what was stated by Nyoman Dantes (2012: 59). The technique used in this research is measurement and test.
Thus, we can conclude that the 30-meter running speed of limb muscle explosive power contributes to the long jump ability, and the hypothesis of this study is accepted. There is a contribution of 30 meters running speed to the long jump ability of Tamban Bangun Baru students far to the students of Tamban Bangun Baru 1
Secara garis besar rangkaian gerak lompat jauh terdiri dari lari awalan, tolakan, gerakan melayang di udara, dan
pendaratan. Sehingga apabila kecepatan lari kurang maka lari awalan juga kurang maksimal dan gaya dorong
horisontal yang dihasilkan kecil. Untuk daya ledak otot tungkai apabila kurang kuat atau kurang tinggi maka
pelompat tidak dapat melakukan tolakan yang kuat dan cepat pada papan tumpu akibatnya tubuh tidak dapat
melenting setinggi dan sejauh mungkin.
Tujuan Penelitian untuk mengetahui ada tidaknya Kontribusi kecepatan lari 30 meter terhadap kemampuan lompat
jauh. Kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lompat jauh. Kontribusi kecepatan lari 30 meter dan
daya ledak otot tungkai secara bersama-sama terhadap kemampuan lompat jauh pada peserta didik SDN Tamban
Bangun Baru 1.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode expost facto, yakni peneliti mengambil data variabel
berdasarkan keadaan yang ada atau telah dimiliki oleh sampel. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh
Nyoman Dantes (2012:59). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dan tes.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kecepatan lari 30 meter daya ledak otot tungkai secara bersama-sama
ada memberikan kontribusi terhadap kemampuan lompat jauh, dan hipotesis penelitian ini diterima. Ada kontribusi
kecepatan lari 30 meter terhadap kemampuan lompat jauh pada peserta didik Tamban Bangun Baru 1.Ada kontribusi
daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lompat jauh pada peserta didik Tamban Bangun Baru 1. Ada
kontribusi kecepatan lari 30 meter dan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lompat jauh pada peserta didik
Tamban Bangun Baru 1.