DETAIL DOCUMENT
PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE ESTERIFIKASI DAN TRANSESTERIFIKASI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin
Author
Iqbal, Muhammad
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2022-01-24 03:36:13 
Abstract :
Minyak jelantah sekarang ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat dan hanya dibuang begitu saja, sementara jumlahnya cukup berlimpah. Minyak jelantah ini merupakan minyak yang dipakai secara berulang, jika digunakan terus bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan tubuh. Salah satu cara untuk memanfaatkan limbah ini yaitu dengan membuat biodiesel dari minyak jelantah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuatan, pemanfaatan dan kualitas biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah 1) Untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah, 2) Untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah dengan metode esterifikasi dan transesterifikasi, 3) Menguji kualitas yang dihasilkan sesuai dengan SNI. Manfaat penelitian ini adalah memberi informasi kepada masyarakat tentang cara pembuatan biodiesel dari minyak jelantah yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar, sehingga bernilai ekonomis, serta mengurangi limbah minyak yang mengotori lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental (experimental research) yaitu dengan cara mengamati prosesnya kemudian menuliskan hasil penelitian tersebut. Waktu pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019 dan tempat pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Teknik pengumpulan data yang dilakukan disesuaikan dengan jenis data yang diambil dengan cara dokumentasi dan observasi. Setelah data terkumpul kemudian data di olah dan ditabulaksikan ke dalam tabel. Teknik Pengumpulan data dengan cara data yang nantinya diperoleh setelah diteliti akan dimasukkan atau diolah ke dalam rumus empiris, kemudian data dari perhitungan disajikan dalam bentuk tabulasi dan table. Hasil penelitian yang peneliti dapat yaitu Berat jenis yang di peroleh pada penelitian ini masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan karena bahan baku yang dibuat sebagai biodiesel itu telah mengalami beberapa kali pemanasan yaitu minyak jelantah itu sendiri. Akibat pemanasan yang beberapa kali ini maka berat jenis biodiesel dari minyak jelantah menjadi tinggi, karena telah bercampur dengan bahan-bahan lain pada saat penggorengan berlangsung. Selain itu juga disebabkan karena minyak jelantah adalah hasi bekas pemakaian. Kadar air yang diperoleh pada penelitian ini tergolong rendah disebabkan karena minyak jelantah yang digunakan untuk pembuatan biodiesel itu tergolong masih kualitas baik,. Belum terlalu banyak campuran dari bahan-bahan lain yang terkandung di dalam minyak jelantah. Lain halnya apabila minyak jelantah yang digunakan untuk pembuatan biodiesel itu telah mengalami beberapa kali seperti 5 kali atau lebih pemakaian/penggorengan. Minyak jelantah dengan beberapa kali pemakaian tentu saja kadar air yang diperoleh nanti itu akan tinggi karena telah terjadi proses hidrolisis sehingga meningkatkan kadar air. Angka asam yang diperoleh pada penelitian ini cukup tinggi, hal ini disebabkan karena minyak jelantah adalah minyak bekas hasil pemakaian, dimana telah terjadi pemakaian basa dengan bahan-bahan lain yang digunakan pada saat penggorengan dilakukan. Selain itu juga telah terjadi netralisasi dengan pemakaian sebelumnya. Kesimpulan yang dilakukan peneliti adalah dalam hasil penelitian diketahui sampel 1 memiliki angka asam yang lebih rendah dari pada sampel 2, itu dikarenakan dalam komposisi pembuatan biodiesel sampel 1 menggunakan 400ml dan sampel 2 menggunakan 500ml minyak jelantah, pada methanol dan NaOH tetap menggunakan takaran jumlah yang sama tetapi dengan suhu dan waktu yang berbeda. Jadi rasio jumlah methanol dan NaOH sangat berpengaruh dalam penentuan angka asam, karena metanol bersifat basa sehingga akan mengurangi kadar asam pada biodiesel yang terbentuk. Currently used cooking oil has not been widely used by the community and is just thrown away, while the amount is quite abundant. This used cooking oil is an oil that is used repeatedly, if used continuously it can have bad effects on the health of the body. One way to utilize this waste is to make biodiesel from used cooking oil. The purpose of this study was to find out how the manufacture, utilization and quality of biodiesel produced from used cooking oil 1) To utilize waste cooking oil, 2) For biodiesel from used cooking oil by esterification and transesterification methods, 3) Test the quality of the resulting product according to SNI. The benefit of this research is to provide information to the public about how to make biodiesel from used cooking oil which is used as an alternative fuel to replace diesel, so it is economically feasible, and reduces waste oil that pollutes the environment. The method used in this research is the experimental method (experimental research) by observing the process and then writing down the results of the research. The time of this research was carried out from May to June 2019  
Institution Info

Universitas Islam Kalimantan M A B Banjarmasin