Abstract :
Pendahuluan:Perilaku seks pranikah yaitu perilaku yang timbul karena adanya dorongan seksual atau
kegiatan untuk menemukan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku seperti berpegangan
tangan,berciuman,berpelukan sampai dengan melakukan hubungan seksual sebelum adanya ikatan pernikahan.
Terindikasi adanya perilaku seks pranikah pada remaja SMA Negeri 8 Banjarmasin,sehingga ingin diketahui
apakah ada hubungan antara pengetahuan dan lingkungan,dengan perilaku seks pranikah tersebut.
Metode:Penelitian ini memakai desain studi atau rancangan cross secttional. Populasi dalam penelitian ini yaitu
seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 8 Banjarmasin yang berjumlah 313 siswa dengan besar sampel 76 orang data
yang ada dianalisis memakai uji chi-squre. Hasil:Penelitian menunjukkan maka ada hubungan antara pengetahuan
siswa p=0,010< ?(0,05),tidak ada hubungan antara lingkungan siswa p= 0,681< ?(0,05) dengan perilaku seksual
pranikah remaja di SMA Negeri 8 Banjarmasin. Kesimpulan dan saran:Penelitian ini yaitu tentang Hubungan
Pengetahuan dan lingkungan dengan perilaku seksual remaja pada siswa kelas 2 di SMA Negeri 8 Banjarmasin.
Perilaku seks pranikah Sebagian besar responden tidak berisiko sebanyak 42 orang(50,0%),ada hubungan
signifikan antara pengetahuan siswa dengan perilaku seks pranikah di SMA Negeri 8 Banjarmasin,tidak ada
hubungan antara lingkungan siswa dengan perilaku seksual pranikah di SMA Negeri 8 Banjarmasin. Disarankan
kepada pihak sekolah,orang tua dan instansi terkait untuk memberikan kegiatan positif seperti memberi edukasi
atau pendidikan serta penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seks pranikah agar siswa dapat
mengetahui dampak buruk dari perilaku seks tersebut.
Introduction:Premarital sex behavior is behavior that arises due to sexual urges or activities to get
pleasure from the sexual organs through various behaviors such as holding hands,kissing,hugging to having
sexual relations before the marriage bond. It is indicated that there is premarital sexual behavior in adolescents
at SMA Negeri 8 Banjarmasin,so we want to know whether there is a relationship between knowledge and the
environment,with premarital sexual behavior. Methods:This study used a study design or a cross secttional
design. The population in this study were all students of class XI SMA Negeri 8 Banjarmasin,totaling 313 students
with a sample size of 76 people. The data were analyzed using the chi-squre test. Results:The study showed that
there was a relationship between student knowledge p=0.010<(0.05),there was no relationship between student
environment p= 0.681<(0.05) and adolescent premarital sexual behavior at SMA Negeri 8 Banjarmasin.
Conclusions and suggestions:This study is about the relationship between knowledge and environment with
adolescent sexual behavior in grade 2 students at SMA Negeri 8 Banjarmasin. Premarital sex behavior Most of
the respondents were not at risk as many as 42 people(50.0%),there was a significant relationship between
students' knowledge and premarital sex behavior at SMA Negeri 8 Banjarmasin,there was no relationship between
students' environment and premarital sexual behavior at SMA Negeri 8 Banjarmasin. It is recommended to
schools,parents and related institutions to provide positive activities such as providing education or education as
well as counseling about reproductive health and premarital sex behavior so that students can find out the adverse
effects of sexual behavior.