DETAIL DOCUMENT
EVALUASI PROGRAM PRAKTIK KERJA LAPANGAN SISWA SMK KESEHATAN PERSADA WAJO PADA INSTITUSI PASANGAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Makassar
Author
Jumardin, Jumardin
Subject
Evaluasi Pendidikan 
Datestamp
2016-10-25 00:53:10 
Abstract :
EVALUASI PROGRAM PRAKTIK KERJA LAPANGAN SISWA SMK KESEHATAN PERSADA WAJO PADA INSTITUSI PASANGAN Jumardin PPs Universitas Negeri Makassar mardhin.pep2011@gmail.com ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan program praktik kerja lapangan (PKL) SMK Kesehatan Persada Wajo, yang meliputi: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) hasil ujian teori kejuruan, dan 4) hasil ujian praktik kejuruan siswa dengan standar objektif. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami siswa pada pelaksanaan PKL dan untuk mengetahui hal-hal yang mendukung pelaksanaan program PKL siswa SMK Kesehatan Persada Wajo. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan Model Countenance Stake, yang meliputi evaluasi Antecedents, Transactions, dan Outputs. Subjek penelitian adalah 50 orang siswa yang dipilih secara rambang sederhana, 1 orang Kepala Sekolah, 1 orang wakil kepala sekolah, 4 orang pendamping institusi, dan 6 orang pedamping tempat praktik yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan program berada pada kategori baik dan sesuai dengan standar objektif, (2) Pelaksanaan (proses) program berada pada kategori baik dan sesuai dengan standar objektif, (3) hasil ujian teori kejuruan berada pada kategori baik dan sesuai standar objektif, (4) dan hasil praktik kejuruan juga berada pada kategori baik dan sesuai dengan standar objektif. Hasil penelitian juga menunjukkan kendala-kendala yang dialami siswa pada pelaksanaan PKL adalah lama waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan rencana program PKL, sarana praktik masih relatif kurang di sekolah, dan tempat penginapan peserta yang agak jauh dari tempat praktik. Selanjutnya hal-hal yang mendukung pelaksanaan PKL adalah rumusan tujuan PKL yang spesifik, sarana praktik yang memadai di sekolah, sumber daya pembimbing, kesiapan mental peserta didik, dan bantuan pembiayaan program PKL baik dari komite maupun dari pihak pemerintah. Kata kunci: evaluasi program, PKL Pendahuluan Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. (UU Sisdiknas No: 20. 2003). Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu sub sistem dari sistem pendidikan nasional dengan tugas utamanya adalah mempersiapkan lulusannya memasuki dunia kerja, mengisi keperluan tenaga terampil tingkat menengah. Dipertegas melalui PP 29 tahun 1990 Pasal 1 ayat 3 bahwa, Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Penyelenggaraan pendidikan kejuruan saat ini memasuki fase penting, yaitu fase lulusan pendidikan kejuruan akan dipertaruhkan kesiapannya dalam percaturan tenaga kerja di wilayah regional Asia, baik dalam konteks Asean Free Trade Association (AFTA) maupun Asean Free Labor Association (AFLA). Menurut Suryadi (2008: 2) upaya yang harus dilakukan adalah melakukan penataan dan pembenahan semaksimal mungkin dalam sektor pendidikan kejuruan, baik penataan dalam pola rekrutmen, pengembangan program pendidikan dan pelatihan atau kurikulum, inovasi proses pendidikan dan pelatihan, pengembangan evaluasi serta sertifikasi. Hal penting yang harus selalu diperhatikan dalam konteks ini adalah seberapa besar penyelenggaraan pendidikan kejuruan (SMK) sejalan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan tenaga kerja, dunia usaha maupun industri. Menurut Nurharjadmo (2008; 215) bahwa, pendidikan sistem ganda berusaha mengintegrasikan kepentingan dunia pendidikan dengan dunia industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik pengetahuan, keterampilan maupun etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja, siap masuk ke pasaran kerja. Melalui program sistem ganda diharapkan ada kesesuaian antara mutu dan kemampuan yang dimiliki lulusan, dengan tuntutan dunia kerja. Berbagai macam nama yang diberikan oleh SMK pada penyelenggaraan pendidikan sistem ganda, ada yang menamai praktik kerja industri (Prakerin), praktik kerja klinik, praktik kerja lapangan, magang, dan lain-lain. Namun semua menekankan pada pendidikan keahlian professional yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program keahlian yang diperoleh langsung di institusi pasangan. Menurut Soewarni (dalam Ardika, 2011: 2) proses pelaksanaan Praktik Kerja Industri dilakukan oleh siswa di industri atau dunia usaha, baik berupa industri besar, menengah maupun industri kecil atau industri rumah tangga. Dalam pelaksanaan Praktik Kerja ini, proses langkah-langkah pelaksanaan praktik harus tetap mengacu pada desain pembelajaran yang telah ditetapkan. Disamping itu, pelaksanaan praktik kerja industri dapat berupa ?day release? atau berupa ?block release? atau kombinasi keduanya. Dalam rumusan di atas, ters 

Institution Info

Universitas Negeri Makassar