Abstract :
Pendidikan jasmani merupakan tahapan pembinaan kebugaran jasmani bagi
manusia. Tujuan yang terkandung dalam pembinaan dan pengembangan kebugaran jasmani
antara lain peningkatan kemampuan untuk mendukung peningkatan produktivitas kerja, dan
prestasi belajar siswa. Untuk mendapatkan tingkat kebugaran jasmani yang tinggi selain
latihan fisik (olahraga) juga dibutuhkan status gizi yang baik dan kadar hemoglobin darah
yang normal. Pada kenyataan yang diamati oleh peneliti di SMA Negeri 3 Sinjai masih
banyaknya siswa yang kurang peduli terhadap arti pentingnya pemenuhan gizi untuk
kebutuhan aktifitas sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi dan kadar hemoglobin
darah terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 3 Sinjai. Penelitian ini
menggunakan desain analisis regresi linier berganda. Populasinya adalah Siswa SMA Negeri
3 Sinjai dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang siswa yang diambil dengan menggunakan
teknik non-probability sampling (purposive sampling).
Hasil penelitian dari pengujian analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa
ada pengaruh status gizi terhadap tingkat kebugaran jasmani sebesar 42,10 %. Ada
pengaruh kadar hemoglobin darah terhadap tingkat kebugaran jasmani sebesar 54,80 %.
Hasil pengujian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa ada pengaruh status
gizi dan kadar hemoglobin darah secara bersama-sama terhadap tingkat kebugaran jasmani
sebesar 65,20 %. Dilihat dari nilai ? 0,05 maka pengaruh status gizi terhadap tingkat
kebugaran jasmani semua signifikan karena nilai P < 0,05, kadar hemoglobin darah juga
signifikan karena nilai P < 0,05. demikian juga dengan status gizi dan kadar hemoglobin
darah secara bersama-sama semua signifikan karena nilai P < 0,05. Sehingga dapat
disimpulkan terdapat pengaruh status gizi dan kadar hemoglobin darah terhadap tingkat
kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 3 Sinjai.
Kata Kunci : Status Gizi, Kadar Hemoglobin Darah dan Tingkat Kebugaran
Jasmani.