Abstract :
Penuntun praktikum biologi adalah bahan ajar yang berisi judul, tujuan, alat
dan bahan, serta prosedur kerja serta sedikit ulasan materi terkait praktikum tersebut,
untuk memperjelas pelaksanaan kegiatan praktikum. Kumpulan materi praktikum
yang disusun semenarik mungkin dengan tujuan memperjelas pelaksanaan praktikum
sehingga dapat digunakan oleh guru sebagai acuan atau panduan dalam kegiatan
praktikum. Inkuiri terbimbing (guided inquiry) adalah suatu kegiatan pembelajaran
untuk menumbuhkan keterampilan proses siswa, dimana guru menyediakan
bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada siswa tetapi masalah diarahkan oleh guru
atau bersumber dari teks kemudian siswa bekerja untuk menemukan jawaban
terhadap masalah tersebut dengan bimbingan intensif dari guru. Oleh karena itu
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (i) Bagaimana proses pengembangan
penuntun praktikum biologi berbasis inkuiri terbimbing pada kelas XI SMA? (ii)
Bagaimana hasil pengembangan penuntun praktikum biologi berbasis inkuiri
terbimbing pada kelas XI SMA yang valid, praktis dan efektif?
Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui proses pengembangan
penuntun praktikum biologi inkuiri terbimbing pada kelas XI SMA. (ii) untuk
memperoleh hasil pengembangan penuntun praktikum biologi inkuiri terbimbing
pada kelas XI SMA yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan
penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji
keefektifan produk tersebut, model pengembangan yang dilakukan mengikuti model
Four- D (define, design, develop, desseminate), dengan teknik pengumpulan data
melalui tes dan non tes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (i) proses pengembangan penuntun
praktikum biologi berbasis inkuiri terbimbing, tahap pendefenisian diperoleh
penuntun praktikum yang belum lengkap dan tidak dapat meningkatkan hasil belajar
siswa, tahap perancangan diperoleh rancangan awal penuntun praktikum yang
menarik dan berbasis inkuiri terbimbing, tahap pengembangan dilakukan uji coba
terbatas dan implementasinya hanya dilakukan satu kali karena penuntun praktikum
yang dikembangkan dapat dikatakan valid, praktis dan efektif. (ii) Kevalidan
penuntun praktikum diperoleh dari hasil validasi oleh 2 ahli. Kepraktisan penuntun
praktikum diperoleh dari data hasil analis instrumen respon guru dan respon siswa,
sedangkan keefektifan penuntun praktikum diperoleh dari hasil analisis data tes hasil
belajar yang ditunjang oleh penilaian keterampilan praktikum. Berdasarkan analisis
yang telah dilakukan, maka penuntun praktikum yang telah dikembangkan dapat
dikatakan valid, praktis dan efektif.