Abstract :
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya peristiwa Teppo dan proses
terjadinya serta dampak yang ditimbulkan dari peristwa Teppo di Kecamatan Tellu Limpoe
Kabupaten Sidrap.Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis
melalui tahapaan-tahapan meliputi Heuristik yaitu mengumpulkan sumber atau data sebanyak
mungkin, kritik sumber yaitu untuk menentukan otentitas dan rehabilitas sumber-sumber yang
telah dikumpulkan untuk mngetahui asli atau tidaknya sumber tersebut, Interpretasi yaitu
menentukan kedudukan fakta sejarah secara profesional, serta Historiografi atau penyajian yang
merupakan pengungkapan secara tertulis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya
Peristiwa Teppo yakni konflik yang terjadi antara kelompok masyarakat Teppo dan kelompok
masyarakat Amparita yang dilatarbelakangi oleh adanya faktor sosial, faktor agama, dan factor
kenakalan remaja. Peristiwa tersebut hanya berlansung selama satu hari pada tanggal 23 Mei 2013,
dimulai dari aksi penikaman yang dilakukan oleh salah satu masyarakat Amparita hingga berlanjut
pada malam hari. Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain, dalam bidang sosial, dalam
bidang ekonomi dan bidang pendidikan. Dalam bidang sosial, munculnya rasa takut dan perasaan
benci antara kedua kelompok masyarakat. Dalam bidang ekonomi, terhentinya proses berjualan di
Pasar Amparita serta ladang milik masyarakat tidak kelola untuk sementara waktu karena perasaan
takut dan was-was. Dalam bidang pendidikan, proses belajar mengajar menjadi terganggu
sehingga banyak siswa maupun guru yang memilih tidak masuk sekolah atau mengajar.
Kata Kunci : Masyarakat Teppo , Proses Terjadinya Peristiwa Teppo dan Kecamatan Tellu
Limpoe Kab Sidrap