Institusion
Universitas Negeri Makassar
Author
Darminto, Ardianto Raharjo
Subject
Pendidikan Sejarah
Datestamp
2018-09-19 07:05:34
Abstract :
Abstrak
Tulisan ini menjelaskan tentang suatu peristiwa terkait Pendudukan Jepang di Pulau Lakkang
Makassar semasa perang dunia II di kawasan Asia-Pasifik. Alasan Jepang memilih Pulau Lakkang
sebagai tempat persembunyian dan basis pertahan karena wilayah ini dianggap oleh Jepang sangat
strategis untuk menunjang potensi perang. Masuknya Jepang di Pulau Lakkang tidak terlepas
karena perang yang semakin memanas pada Tahun 1943 dan pola pendudukan Jepang yang
merupakan sandi perang Jepang terbaca oleh sekutu, sandi perang Jepang itu disebut dengan
Gurita Timur yang merupakan pola pendudukan yang menunjang gerakan dimana bertujuan
untuk mengepung tentara sekutu. Sebagai akibatnya Jepang yang telah berhasil menduduki
Makassar dan dengan cepat membentuk pemerintahan angkatan laut agar dapat menyelenggarakan
kebijakan demi untuk kepentingannya tidak mampu bertahan lama sebab sekutu melancarkan
serangan bom udara secara berangsur-angsur. Pasukan Jepang mundur ke Pulau lakkang yang
dianggapnya strategis, setelah berhasil menduduki Lakkang, dengan cepat Jepang mengontrol dan
mengawasi gerak-gerik masyarakat dan keadaan sekitar. Semasa pendudukannya, Jepang
menerapkan berbagai kebijakan yang bersifat humanis dengan cara tidak menghilangkan nilai
demokrasi di tengah masyarakat. Kebijakan Jepang bagi masyarakat berdampak baik dan buruk
secara politik, sosial maupun ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1)
Heuristik, dengan melakukan wawancara terhadap warga yang masih hidup sejak pendudukan
Jepang seperti, Munding, Dg.Ngona, dll. Mengumpulkan arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan
Daerah Sulawesi Selatan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi-selatan, datadata
kelurahan, jurnal terkait dll. Selain itu juga digunakan buku-buku yang terkait dengan
Pendudukan Jepang . ). (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi
atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.
Kata Kunci: pendudukan jepang, lakkang, Makassar.