Abstract :
Penelitian ini dilandasi oleh beberapa konsep dan teori yaitu kebijakan publik,
implementasi kebijakan, pemberdayaan masyarakat, dan konsep Badan Usaha
Lorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian berjumlah lima orang
yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, masyarakat kelompok tani lorong dan
pihak kelurahan setempat.
Hasil penelitian antara lain; 1) implementasi sudah berjalan sesuai dengan rel
yang telah ditetapkan ditandai dengan adanya partisipasi warga masyarakat pada
kegiatan perencanaan, sosialisasi dan pertemuan-pertemuan, pelaksanaan kegiatan
penyuluhan dan pelatihan, serta partisipasi pada aktivitas Program BULo; 2) Capaian
hasil menunjukkan terjadinya perilaku masyarakat untuk hidup bersih, serta Program
BULo dengan budidaya cabai telah membantu masyarakat untuk berproduksi cabai
sendiri namun terbatas untuk skala konsumsi rumah tangga saja; 3) Adapun faktor
pendukung yaitu adanya agen pelaksana pendukung dari berbagai pihak, dan
ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang pendukung aktifitas Program
BULo telah dimanfaatkan dengan baik. Untuk faktor penghambat yaitu
ketergantungan masyarakat terhadap pihak pemerintah yang masih menginginkan
pembinaan berulang. Kendala lain dari sisi pembinaan program ini yaitu merubah
mindset/ pola pikir masyarakat perkotaan untuk menjadi masyarakat yang mengerti
tentang pertanian perkotaan agak berat. Selain itu untuk kasus masyarakat yang
komunitasnya agak sibuk hanya menjadikan kegiatan ini sebagai selingan jadi
tentunya berdampak kurang bagus terhadap hasil produksi yang dicapai. Faktor cuaca
pada musim hujan juga turut menyebabkan budidaya cabai sulit tumbuh dan
bertahanan lama.
Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi, Pemberdayaan Masyarakat,
Program BULo