Abstract :
Kajian ini membahas mengenai latar belakang pembangunan Masjid Agung Luwu, perkembangan serta dampak yang ditimbulkan Masjid Agung Luwu yang lokasinya berada di Kota Palopo.
Berdasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan masjid ini dilakukan pada tahun 1974 dengan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Kepala Daerah Luwu Drs. H. A. Samad Suhaeb bersama
dengan pimpinan DPRD dan sejumlah Umat Islam pada saat mereka telah
melakukan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1393 pada tanggal 4 Januari 1974.
Masjid ini dibangun di daerah Kampung Lanschap karena beberapa faktor. selain
karena faktor lokasi yang strategis dan berada di pusat Kota, Kampung Lanschap
merupakan daerah yang kotor dan pemerintah mulai membenahi daerah tersebut
dengan pembangunan masjid ini. Pembangunan Masjid Agung Luwu di Kota
Palopo dilakukan selama 9 tahun hingga proses peresmian dilakukan. Peresmian
Masjid Agung Luwu dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia dan
penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Bupati Kepala Daerah Luwu Drs.
H. Abdullah Suara. Keberadaan Masjid Agung Luwu di Kota Palopo membawa
dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat muslim di Kota Palopo. Dampak yang dirasakan dengan pembangunan masjid ini yaitu masyarakat muslim di Kota
Palopo telah memiliki wadah untuk memperdalam ilmu agamanya serta masjid ini telah menjadi simbol persatuan masyarakat muslim yang ada di Kota Palopo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari
empat tahapan, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik intern dan ektern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan
cara melakukan penelitian lapangan terdiri dari wawancara dan mengumpulkan sumbr arsip serta literatur-literatur yang berhubungan.