Institusion
Universitas Negeri Makassar
Author
SAFI, HARISA
Dassa, Awi
Djadir, Djadir
Subject
MATEMATIKA
Datestamp
2018-11-30 05:06:36
Abstract :
. (dibimbing oleh
Dr. , M.Si dan Dr. , M.Pd)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) berpikir kritis
mahasiswa FIKT (field independent kategori tinggi) (2) berpikir kritis mahasiswa
FDKT (field dependent kategori tinggi) (3) berpikir kritis mahasiswa FIKS (filed
independent kategori sedang) (4) berpikir kritis mahasiswa FDKS (field dependent
kategori sedang). Penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian deskriptif dan
menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 4 mahasiswa kelas
A1 semester II Program Studi Pendidikan Matematika UNM yang dikelompokkan
berdasarkan gaya kognitif menggunakan instrumen Group Embedded Figures Test
(GEFT) dan menghitung IPK mata kuliah matematika disemester I dengan
membedakan atas dua kategori yaitu tinggi dan sedang sehingga rincian subjek
adalah 2 mahasiswa field independent kategori tinggi-sedang dan 2 mahasiswa field
dependent kategori tinggi-sedang. Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah
tes berpikir kritis yaitu tes pemecahan masalah sistem persamaan linear dan
wawancara. Penelitian ini menggunakan triangulasi metode membandingkan data
yang diperoleh melalui tes pemecahan masalah dengan wawancara. Hasil tes berpikir
kritis melalui pemecahan masalah dikelompokkan berdasarkan tahapan berpikir kritis
yaitu klarifikasi, analisis dan strategi penyelesaian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap Klarifikasi subjek FIKT dan
FIKS memiliki persamaan dalam hal membaca soal sekilas langsung memahaminya
dan mengidentifikasi intruksi dari soal sementara subjek FDKT dan FDKS membaca
soal berulang-ulang dan hanya membaca intruksi dari soal. Pada tahap Analisis
subjek FIKT dan FIKS cenderung cepat dalam mengabstraksi dan mengaitkan
informasi yang relevan dengan intruksi pendukung soal sehingga cepat dalam
menyimpulkan cara/metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah, namun
berbeda dengan subjek FDKT dan FDKS yang cenderung lama dalam memberikan
respon sehingga cara/metode yang digunakan dengan mencoba-coba. Pada tahap
Strategi Penyelesaian subjek FIKT dan FIKS menerapkan cara/metode yang
digunakan dengan jelas dan sistematis namun subjek FIKS mengalami kekeliruan
saat menentukan nilai k menggunakan determinan (untuk soal kedua) berbeda dengan
subjek FDKT dan FDKS kesulitan saat membuat kesimpulan sesuai intruksi soal dan
subjek FDKS juga keliru saat menentukan nilai k menggunakan determinan.
Kata kunci: berpikir kritis, gaya kognitif , konsep SPL C