Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (i) proses peralihan dari sistem pemerintahan
tradisional ke sistem pemerintahan kolonial. (ii) sistem administrasi pemerintahan kolonial, (iii)
pengaruh sistem pemerintahan kolonial terhadap politik dan aktivitas perekonomian di Onder
Afdeling Bonthain 1905-1942. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus
pada metode sejarah, melalui tahap: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi untuk
menemukan dan mendeskripsikan serta menginterpretasikan dengan menggunakan teknik
pengumpulan data melalui tinjauan kepustakaan dan kearsipan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (i) terjadi peralihan dari sistem pemerintahan
tradisional dimana dasar-dasar pelaksanaan pemerintahan tradisional/kakaraengang berdasar
pada adat-istiadat, dan hukum kerajaan. Selain itu, masuknya Kolonial Belanda maka Ada?
Sampulo Ruwa resmi menjadi Adatregentschapraad sebagai lembaga pengelola keuangan pada
pemerintah lokal. (ii) sistem adminstrasi yang dikembangkan pemerintah kolonial justru
sepenuhnya ditujukan untuk mendukung semakin berkembangnya pola paternalistik yang telah
menjiwai sistem birokrasi pada era kerajaan yang bertumpu pada Undang-Undang desentralisasi
tahun 1922. (iii) pengaruh sistem pemerintahan kolonial terhadap politik dan aktivitas
perekonomian di Onderafdeling Bonthain mengakibatkan terjadinya proses transformasi
struktural dari struktur politik dan ekonomi tradisional ke arah struktur politik dan ekonomi
kolonial dan modern.
Kata Kunci: Sistem Pemerintahan, Onderafdeling, Hindia Belanda