Abstract :
ABTSRAK
Patogenesis jerawat sering dihubungkan dengan aktivitas bakteri Propionibacterium
acnes. Sediaan krim dipilih karena bentuk sediaan yang menyenangkan, mudah menyebar rata,
dan praktis. Variasi basis emulgid merupakan basis yang mudah di cuci dengan air, Variasi basis
Citrol® cukup stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formula yang terbaik dari uji
mutu sediaan krim serta menetukan aktivitas antibakteri terbaik terhadap bakteri
Propionibacterium acnes. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan cara maserasi
dengan pelarut etanol 70% daun binahong, jahe dan kunyit etanol 96%. Sediaan krim dibuat
sebanyak 6 formula. Metode untuk menguji aktivitas antibakteri adalah metode difusi sumuran
untuk uji lebar daya hambat (LDH) Sediaan krim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
sediaan krim terbaik didapat pada formula 2 dan formula 4 dengan variasi basis krim citrol.
Sediaan krim F2 (formula kombinasi ekstrak binahong 8%, kunyit 1,5% dan jahe 0,5%)
merupakan sediaan krim yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium
acnes dengan LDH 5,00 mm dibandingkan dengan kontrol positif dengan LDH 6,00 mm dan
kontrol negatif tidak memiliki daya hambat.
Kunci: Daun Binahong, kunyit, jahe, citrol, emulgid, Propionibacterium acnes.