Abstract :
Abstrak
Karies gigi merupakan suatu penyakit pada gigi dan mulut yang disebabkan
oleh beberapa faktor seperti mikroorganisme, saliva dan waktu dan kontaminai atau
paparan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan karies gigi adalah bakteri
Staphylococcus aureus. Pengobatan karies gigi dapat dilakukan dengan antibakteri
yang terkandung pada tanaman seperti kulit batang kayu manis yang mampu
menghambat dan membunuh bakteri. Kulit batang kayu manis Cinnamomum
burmanii) mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang
berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas
ekstrak terbaik dari kulit batang kayu manis dengan menggunakan metode MAE
(Microwave Assisted Extraction) karena penggunaan metode MAE ini memiliki
waktu lebih efisien dan penggunaan pelarut yang lebih sedikit serta dapat menarik
senyawa-senyawa yang mudah rusak oleh panas. Metode ekstraksi ini dilakukan
dengan membandingkan perbedaan waktu ekstraksi selama 2 menit, 5 menit dan 7
menit terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian antibakteri dilakukan
dengan mengukur lebar daya hambat (LDH) dengan metode difusi kertas cakram
dan konsentrasi hambat minimum dengan metode dilusi agar. Konsentrasi pada uji
KHM yang digunakan untuk ketiga ekstrak adalah 3,125%, 6,25%, 12,5% dan 25%
dengan LDH 6,25%, 12,5% dan 25%. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa
ekstrak dengan waktu esktraksi 7 menit memiliki aktivitas antibakteri yang lebih
baik yaitu sebesar 8,83% pada konsentrasi 25% dibandingkan dengan waktu 2 dan
5 menit karena semakin optimum waktu yang digunakan dalam ekstraksi maka
senyawa antibakteri yang terekstrak akan lebih baik dibandingkan waktu ekstraksi
yang singkat.
Kata Kunci : Kulit Batang Kayu Manis, Staphylococcus aureus, antibakteri,
MAE