Abstract :
ABSTRAK
Analgesik merupakan suatu senyawa yang dalam dosis terapeutik dapat digunakan
untuk meringankan atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Daun
wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) mengandung flavonoid yang diduga bermanfaat
sebagai analgesik. Ekstrak daun wungu dibuat dalam bentuk Fast Disintegrating Tablet
(FDT) agar lebih mudah dalam penggunaan serta efek terapinya lebih cepat. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktifitas analgesik dari tablet FDT daun Wungu pada hewan coba
mencit, dosis yang paling efektif serta menentukan onset dan durasi pengobatan tablet FDT.
Mencit yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 24 ekor mencit putih jantan dibagi
menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu Tablet FDT daun wungu kelompok P1 (dosis 1,638mg/
20g BB), kelompok P2(dosis 2,457mg/ 20g BB), kelompok P3(dosis 3,276mg/ 20g BB),
kelompok P4( dosis 4,095mg/ 20g BB), serta kelompok kontrol yaitu k1 (kontrol pembanding
ibuprofen 1,456mg/ 20g bb) dan k2 (kontrol negatif cmc na 1%). Pengujian menggunakan
metode induksi panas menggunakan alat hot plate selama 6 jam. Hasil penelitian
menunjukkan Tablet FDT ekstrak daun wungu kelompok P4 (dosis 4,095mg/ 20g BB)
memiliki efek analgesik yang paling efektif dibandingkan kelompok tablet perlakuan lainnya.
Mencit dapat menahan rasa nyeri rata-rata selama 11,36 detik, sedangkan hasil tersebut
berbeda nyata dengan kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kontrol pembanding
ibuprofen (Kelompok perlakuan K1). Sehingga FDT ekstrak daun wungu memiliki potensi
sebagai analgesik.
Kata kunci: Analgesik, Daun wungu, Fast Disintegrating Tablet (FDT), Mencit.