Abstract :
ABSTRAK
Buah sirsak banyak digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai macam
penyakit salah satunya asam urat, senyawa yang terkandung dalam buah sirsak salah satunya
adalah flavonoid. Obat dalam bentuk sediaan segar maupun dalam bentuk rebusan dikatakan
kurang efektif dan efisien sehingga perlu dilakukan perkembangan bentuk sediaan farmasetik
yaitu sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula dan bahan pengikat
terbaik pada tablet ekstrak buah sirsak dan menentukan kadar flavonoid pada sediaan tablet.
Pada penelitian ini tablet dibuat sebanyak 4 formula dengan metode granulasi basah dan bahan
pengikat yang berbeda yaitu PVP K30 2% (F1), PVP K30 3% (F2), Amilum manihot 5% (F3),
dan Amilum manihot 7,5% (F4). Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat formula
memberikan hal yang sama terhadap uji keseragaman ukuran, uji keseragaman bobot,
kerapuhan, kekerasan dan waktu hancur tablet. PVP K30 dan amilum manihot tidak
berpengaruh signifikan terhadap kekerasan dan waktu hancur tablet. Formula 3 merupakan
formula terbaik dengan nilai kerapuhan 0,2541%, kekerasan 6,5065 kp, dan waktu hancur 9.50
menit. Kadar flavonoid pada sediaan tablet sebanyak 0,352%.
Kata kunci : Flavonoid, Buah Sirsak, PVP K30, Amilum manihot, Tablet