Institusion
Universitas Pakuan
Author
Kholilah, Siti
Indriani, Lusi
Oktaviani, Emy
Subject
Farmasi
Datestamp
2022-09-03 12:03:14
Abstract :
ABSTRAK
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai
dengan terjadinya hiperglikemia atau meningkatnya kadar gula darah (>200 mg/dL)
yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
Antidiabetik merupakan obat yang harus dikonsumsi secara teratur dan terus menerus,
bahkan adakalanya harus dikonsumsi seumur hidup berkaitan dengan karakteristik
penyakit DM yang merupakan penyakit degeneratif, yang secara langsung juga
berpengaruh terhadap penurunan kondisi ginjal pada penderita nefropati diabetik.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian kohort
retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Dari 104 pasien
yang memenuhi kriteria inklusi pasien DM tipe II dengan gangguan ginjal terbanyak
pada usia >44 tahun (94,2%), berjenis kelamin perempuan (51%), status gizi normal
dengan indeks massa tubuh 18,5-24,9 (52,9%) Komplikasi terbanyak pada penderita
DM adalah komplikasi makrovaskuler seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung
koroner, ketoasidosis diabetikum, dislipidemia dan gangren (75%). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan
antidiabetik terhadap efektivitas pengobatan dengan nilai sig. 0,558>0.05. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan Glukuidon secara tunggal dan kombinasi insulin
Glargine and Apart menunjukkan khasiat yang baik dilihat dari pengendalian glikemik.
Kata Kunci: Efektivitas, Antidiabetik, Diabetes Melitus, Gangguan Fungsi Ginjal