Institusion
Universitas Pakuan
Author
Kusumah, Annastasya Surya
Hardiyanto, Arief Tri
Rahmi, Amelia
Subject
Akuntansi manajemen
Datestamp
2022-08-29 02:46:46
Abstract :
Annastasya Surya Kusumah. 0221 14 222. Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi
Berdasarkan Activity Based Costing sebagai dasar Penentuan Harga Jual Produk Pada PT.
Britania Mebel Tahun 2017. Dibawah bimbingan Arief Tri Hardiyanto dan Amelia Rahmi.
2019.
PT Britania Mebel adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang
furniture. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dilihat dari hasil penjualan PT. Britania
Mebel dengan membandingkan 2 jenis produk yaitu tempat tidur dan lemari, maka produk
yang paling diminati yaitu lemari dibandingkan dengan tempat tidur. Produk tempat tidur
tidak banyak peminatnya dikarnakan harganya yang terlalu tinggi dan untuk produk lemari
banyak peminatnya di pasaran akan tetapi keuntungannya sangat kecil. Dalam proses
penentuan harga jual merupakan salah satu keputusan manajemen yang sangat penting,
sebab berhubungan dengan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Antara
biaya dan harga jual terdapat hubungan secara langsung, dimana harga jual dari suatu produk
lebih banyak ditentukan oleh biaya produksi. Dalam hal ini biaya produksi atau harga pokok
produksi memiliki peran penting dalam menentukan harga jual.
Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perhitungan harga pokok
produksi berdasarkan activity based costing sebagai dasar penentuan harga jual produk pada
PT. Britania Mebel tahun 2017 yang berlokasi di Jl. Raya Dramaga No. 121 Km 7,
Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
eksploratif dengan unit analisis group. Jenis data kuantitatif dan kualitatif dengan
menggunakan sumber data primer. Objek yang diteliti yaitu perhitungan harga pokok
produksi berdasarkan activity based costing sebagai dasar penentuan harga jual.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan harga pokok produksi menggunakan
sistem activity based costing memberikan hasil yang lebih rendah dari sistem traditional
costing pada tempat tidur minimalis, sedangkan untuk lemari minimalis memberikan hasil
yang lebih tinggi karena pengalokasian biaya produksinya melebihi dari pengalokasian biaya
produksi dengan dengan menggunakan sistem traditional costing. Sistem activity based
costing memberikan hasil sebesar Rp. 3.647.613 untuk produk tempat tidur minimalis dan
untuk produk lemari minimalis sebesar Rp. 3.021.263. Selisih untuk untuk tempat tidur
minimalis sebesar Rp. 57.907 dan selisis untuk lemari minimalis sebesar Rp. 126.891.
Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Traditional Costing, Activity Based Costing, Harga Jual