Institusion
Universitas Pakuan
Author
Putri, Dinabillah Julyani
Jaenudin, Jaenudin
Farradia, Yuary
Subject
Manajemen operasi
Datestamp
2022-08-29 13:29:21
Abstract :
DINABILLAH JULYANI PUTRI 021116222. Program Studi Manejemen Operasi.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan Bogor. Penggunaan Peramalan Penentuan
Bahan Baku Untuk Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada Home Industry Tempe Bapak
Suhardi. di bawah Bimbingan: Ketua Komisi JAENUDIN dan Anggota Komisi YUARY
FARRADIA. 2021.
Home industry tempe Bapak Suhardi adalah jenis usaha mikro kecil yang dikelola
secara turun temurun home industry Bapak Suhardi telah berdiri sejaktahun 1978, bahan
baku dasar yang digunakan oleh usaha ini adalah kedelai. Sehingga dari bahan baku kedelai
tersebut maka dihasilkan produk yang berbahan dasar kedelai seperti tempe. Pengendalian
persediaan bahan baku di home industry tempe Pak Suhardi belum optimal karena masih
menggunakan perkiraan saja sebagai dasar penentuan kapan dan berapa banyak bahan baku
harus dibeli. Dengan persediaan yang tidak akurat home industry tempe Bapak Suhardi
sering mengalami kekurangan dan kelebihan bahan baku sehingga mempengaruhi
berjalannya proses produksi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jika Home Industry Tempe Bapak Suhardi
ingin melakukan pemesanan yang ekonomin maka harus menggunakan metode EOQ dengan
bantuan metode peramalan untuk bahan baku kedelai. Pengendalian persediaan untuk
permintaan tempe dengan bantuan metode peramalan. Analisis data menunjukan bahwa
metode peramalan untuk setiap perkiraan permintaan tempe di tahun 2020 yang memiliki
keakuratan dan nilai kesalahan paling rendah antara Trend Projection dan Eksponential
smoothing ? (alfa) 0,2 dan 0,5 yaitu Trend Projection karena memiliki nilai MAD = 370,33 ,
MSE = 273681,41 dan MAPE = 8,18% , sehingga dengan Trend Projection yang
menghasilkan perkiraan jumlah kebutuhan dapat membantu menentukan jumlah pemesanan
dengan metode EOQ. Teknik EOQ menghasilkan jumlah pemesanan lebih rendah dari pada
jumlah pemesanan yang dilakukan oleh Bapak Suhardi yaitu 3.343,72 Kg dengan frekuensi
pemesanan 17 kali pemesanan dalam satu tahun. Serta dengan tingkat pelayanan 95%
perusahaan sebaiknya memiliki safety stock sebesar 254,74 Kg dan melakukan pemesanan
kembali pada saat persediaan mencapai 717,91 Kg. Maka total cost persediaan bahan baku
tempe dengan menggunakan jumlah pemesanan hasil EOQ lebih rendah dari total cost
persediaan bahan baku tempe dengan jumlah pemesanan kebijakan perusahaan yaitu
kebijakan perusahaan sebesar Rp. 119.265.000 sedangkan dengan menggunakan EOQ
sebesar Rp. 115.357.978. Dengan begitu teknik EOQ dengan bantuan metode peramalan
yaitu Trend Projection dalam menentukan jumlah persediaan bahan baku tempe yang
optimal dengan biaya yang minimum.
Kata Kunci: Peramalan, Pengendalian Persediaan, Tempe, Home Industry