Institusion
Universitas Pakuan
Author
Ramdayanti, Rika
Soepardi, Eddy Mulyadi
Herdiyana, Herdiyana
Subject
Manajemen keuangan
Datestamp
2022-08-29 13:37:35
Abstract :
RIKA RAMDAYANTI . 021115192. Pengaruh Quick Ratio (QR), Total Assets Turnover (TATO),
Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Inflasi Terhadap Harga Saham Pada
Perusahaan Sub Serktor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017. Dibawah
bimbingan: EDDY MULYADI SOEPARDI dan HERDIYANA. 2019.
Industri farmasi dan bahan farmasi merupakan salah satu sektor andalan yang diprioritaskan
dalam pengembangannya, karena berperan sebagai penggerak utama perekonomian nasional dimasa
yang akan datang. Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan utama , salah satunya yaitu memaksimalkan
nilai, atau harga saham perusahaan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi harga saham, baik
dari makro maupun mikroekonomi. Oleh sebab itu, dalam menganalisis harga saham dalam penelitian
ini menggunakan faktor mikroekonomi yang mencakup Rasio Likuiditas yang di ukur oleh QR, Rasio
Aktivitas yang di ukur oleh TATO , Rasio Profitabilitas yang di ukur oleh ROE, dan Rasio Nilai Pasar
di ukur EPS . Kemudian menggunakan Inflasi sebagai makroekonomi.
Jika dilihat dari QR terdapat kesenjangan antara teori dengan kenyataan dimana pada tahun
2014 saat QR meningkat tetapi harga saham mengalami penurunan. Kemudian tahun 2016 dan 2017
saat QR menurun harga saham mengalami peningkatan. Jika dilihat dari TATO terdapat kesenjangan
antara teori dengan kenyataan dimana pada tahun 2015 saat TATO meningkat tetapi harga saham
menurun. Sebaliknya di tahun 2016 dan 2017 saat TATO menurun harga saham mengalami
peningkatan. Jika dilihat dari ROE terdapat kesenjangan antara teori dengan kenyataan dimana pada
tahun 2016 dan 2017 saat ROE menurun tetapi harga saham mengalami peningkatan. Jika dilihat dari
EPS terdapat kesenjangan antara teori dengan kenyataan dimana pada tahun 2014 dimana saat EPS
mengalami peningkatan tetapi harga saham mengalami penurunan. Kemudian pada tahun 2017 saat EPS
mengalami penurunan tetapi harga saham mengalami peningkatan. Jika dilihat dari Inflasi terdapat
kesenjangan antara teori dengan kenyataan dimana pada tahun 2014 dan 2015 saat inflasi menurun,
harga saham ikut menurun. Tahun 2017 saat inflasi mengalami peningkatan, harga saham ikut
meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Quick Ratio (QR), Total Assets Turnover
(TATO), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Inflasi terhadap harga saham pada
perusahaan sub serktor farmasi yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2013-2017 baik secara
parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian
explanatory survey. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dan jenis data
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif, dimana data kuantitatif tersebut berupa
laporan keuangan perusahaan Subsektor Farmasi yang diteliti oleh peneliti. Penentuan pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 7 perusahaan
dalam penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel menggunakan
Eviews 9.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Quick Ratio (QR) tidak berpengaruh dan
positif terhadap harga saham. Total Assets Turnover (TATO) tidak berpengaruh dan negatif terhadap
harga saham. Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap harga saham. Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Secara
bersama-sama Quick Ratio (QR), Total Assets Turnover (TATO), Return On Equity (ROE), Earning
Per Share (EPS), dan Inflasi berpengaruh terhadap harga saham. Nilai koefisien determinasi (R2
)
penelitian ini yaitu sebesar 0,352048, dimana hasil tersebut menunjukan bahwa variasi harga saham
dapat dijelaskan oleh Quick Ratio (QR), Total Assets Turnover (TATO), Return On Equity (ROE),
Earning Per Share (EPS) dan Inflasi yaitu sebesar 0,352048 atau 35,2048% sedangkan sisanya sebesar
64,7952% dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian.
Kata Kunci : Quick Ratio (QR), Total Assets Turnover (TATO), Return On Equity (ROE), Earning Per
Share (EPS), Inflasi, dan Harga Saham.