Institusion
Universitas Pakuan
Author
Azhar Balqis, Sarah
Nurmiatiningsih, Triasti
Srie Rahayu, Sata Yoshida
Subject
Biologi
Datestamp
2022-08-24 14:11:38
Abstract :
Abstrak
Cyperus rotundus salah satu gulma yang mengganggu tanaman budidaya dan
menyebabkan kerugian pada petani, karena memiliki akar serabut yang banyak dan mampu
menyerap unsur hara lebih kuat. Kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu jenis
tanaman yang potensial untuk di kembangkan pemanfaatannya sebagai bioherbisida karena
memiliki metabolit sekunder bersifat alelopati terhadap tumbuhan lain, senyawa alelopati
tersebut menjadi pemicu pengendalian gulma menggunakan bahan alami.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Natural Product dan Rumah Kaca C, SEAMEO
BIOTROP pada bulan Juni 2020 hingga Agustus 2020. Umbi Cyperus rotundus disemai
sebanyak 60 umbi. Daun kersen di jemur dibawah panas matahari selama 2 minggu dan setelah
kering dihancurkan dengan grinder, simplisia serbuk yang didapat dimaserasi 3x24 jam
menggunakan etanol 70% dan dilakukan uji fitokimia. Ekstrak yang diberikan adalah 5000 ppm,
6000 ppm, 7000 ppm 8000 ppm dan kontrol positif (gramaxone) dan negatif (aquadest)
disemprotkan ke seluruh bagian rumput teki. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dan hasil dihitung menggunakan ANOVA taraf uji 0.05, apabila terjadi
pengaruh yang signifikan dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kersen konsentrasi 5000
ppm, 6000 ppm, 7000 ppm dan 8000 ppm memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan
dan memberikan efek toksik sedang pada Cyperus rotundus serta berdasarkan hasil uji fitokimia
daun kersen positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid
Kata Kunci :Rumput, Bioherbisida,
Muntingia calabura, Cyperus rotundus