Abstract :
Abstrak
Mucuna pruriens (biji kara benguk) merupakan tanaman yang mengandung
senyawa L- 3,4-dihydroxyphenylalanine (L-Dopa). Senyawa tersebut dapat
digunakan untuk pengobatan penyakit gangguan syaraf dan obat cacing pada
manusia. dan berpotensi menjadi agen neuroprotektor pada penyakit Parkinson.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan metoda analisis L�DOPA dengan menggunakan HPLC, melakukan validasi dengan menggunakan
HPLC dan menentukan kadar L-DOPA pada berbagai jenis matrik tepung tempe koro
benguk.
Hasil penelitian yang didapat bahwa metode ekstraksi yang lebih optimal
untuk mendapatkan kadar L-DOPA adalah metode ekstraksi menggunakan pelarut
MeOH : HCl 0,1 M dengan fasa gerak MeOH : H2O : ACN (60 : 100 : 40), maka
didapatkan hasil pada sampel dan standar yang ditambahkan, faktor selektivitas yang
didapatkan yaitu rata-rata 3,87 ± 0,45 untuk standar deviasi hasil memenuhi
persyaratan, untuk faktor resolusi hasil yang didapatkan yaitu rata-rata 0,51 ± 0,25
untuk standar deviasi hasil menunjukan tidak memenuhi persyaratan dikarenakan
bahan sudah terkontaminasi sehingga hasil tidak bagus. Untuk % recovery hasil yang
didapatkan yaitu rata-rata 101,75 % ± 1,70 % untuk standar deviasi hasil % recovery
pada sampel dan standar L-DOPA yang ditambahkan menunjukan hasil sesuai atau
akurat. Sedangkan untuk LOQ dan LOD hasil yang didapat adalah 50.1487 ±
15.0446. Hasil penelitian akhir pada sampel dan standar yang ditambahkan
menunjukkan bahwa kadar L-DOPA yang didapatkan sebesar 0,96 %.
Kata kunci : Tepung Biji Kara Benguk, L-DOPA, HPLC, Validasi