Institusion
Universitas Pakuan
Author
Aditya Pradana, Doni
Lohita Sari, Bina
Mahyuni, Siti
Subject
Farmasi
Datestamp
2022-09-03 17:44:55
Abstract :
Abstrak
Daun bambu apus (Gigantochloa apus Kurz) mengandung senyawa flavonoid. Metode
ekstraksi secara konvensional (sokletasi) dan modern (MAE & UAE) digunakan untuk
mengekstraksi simplisia daun bambu apus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar
flavonoid tertinggi dari ekstrak daun bambu apus dengan metode ekstraksi konvensional
(sokletasi) dan modern (MAE dan UAE). Simplisia daun bambu apus diekstraksi dengan
metode sokletasi pada suhu 700C. Metode MAE menggunakan daya 450 W selama 8 menit
dan suhu yang digunakan pada metode UAE yaitu 30
0C selama 60 menit. Proses ekstraksi
menggunakan pelarut etanol 96% dan pengukuran kadar flavonoid dilakukan menggunakan
metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid
ekstrak etanol daun bambu apus tertinggi dihasilkan dari metode ekstraksi UAE yaitu 7,41%.
Pada metode MAE dan sokletasi menghasilkan kadar flavonoid yang lebih rendah yaitu
5,43% dan 3,81%.
Kata Kunci: Daun Bambu Apus, Flavonoid, Microwave-Assisted Extraction,
Sokletasi, Ultrasonic-Assisted Extraction