Abstract :
Abstrak
Air limbah industri tekstil menggunakan berbagai macam bahan kimia seperti zat pewarna, zat
pengemban dan bahan lainnya. Air limbah tekstil apabila dibuang langsung ke lingkungan dapat
menyebabkan pencemaran air, oleh karena itu air limbah perlu diolah terlebih dahulu. Salah satu
alternatif untuk pengolahan air limbah yaitu elektrokoagulasi. Air limbah industri tekstil dianalisa
awal kemudian dilakukan proses elektrokoagulasi secara sistem kontinyu dengan kapasitas wadah
1680 mL dengan jarak elektroda Aluminum 4 cm, voltase bervariasi 5 V; 12 V; 20 V dan 24 V. Air
limbah dialirkan ke dalam wadah dengan variasi laju alir 0,5 mL/s; 0,7 mL/s; 1,0 mL/s; 1,5 mL/s;
dan 2,0 mL/s. Hasil pengolahan limbah dianalisis berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 Lampiran XLII tentang Baku Mutu Air Limbah untuk
Kegiatan atau Usaha Industri Tekstil, yakni pH, Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended
Solid (TSS), Warna dan Aluminium. Laju alir dan voltase optimum dicapai pada laju alir 0,5 mL/s
dan voltase 20 V. Hasil yang diperoleh dapat menurunkan nilai COD sebesar 34,23% dengan nilai
178,82 mg/L menjadi 117,61 mg/L, TSS sebesar 83,75% dengan nilai 277 mg/L menjadi 45 mg/L
dan warna sebesar 37,09% dengan nilai 24,17 Pt-Co menjadi 15,21 Pt-Co sedangkan nilai pH
mengalami kenaikan dari 6,86 menjadi 7,63 dan Aluminium dari 0,085 mg/L menjadi 1,929 mg/L.
Kata Kunci: Elektrokoagulasi Sistem Kontinyu, Air Limbah Tekstil, Laju Alir, Voltase