Abstract :
ABSTRAK
Stimulansia merupakan suatu zat yang dapat merangsang sistem saraf pusat yang dapat
mempercepat proses-proses dalam tubuh, dapat meningkatkan kemampuan fisik dan mental,
meningkatkan konsentrasi. Tanaman yang memiliki potensi sebagai stimulan yaitu biji pinang
dan gambir, biji pinang mengandung senyawa alkaloid berupa arecoline. Arecpline dapat
merangsang pelepasan neurotransmitter eksitasi yaitu asetilkolin pada neuromuskular sistem
saraf pusat dan otot rangka. Sedangkan gambir mengandung senyawa flavonoid yang dapat
menghambat fosfodiesterse yang menghasilkan pembentukan glukosa6 fosfat yang menjadi
sumber energy tambahan untuk tubuh sehingga lebih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan efek stimulan kombinasi ekstrak biji pinang dan gambir, menentukan dosis paling
efektif serta menentukan diferensiasi leukosit (jumlah jenis sel darah putih). Metode atau alat
yang digunakan adalah rotarod dengan prinsip kerja menetukan waktu ketahanan mencit pada
batang berputar. Parameter yang diamati yaitu lamanya mencit dapat bertahan lari di atas
batang yang berputar dengan kecepatan yang telah ditentukan. Kombinasi ekstrak biji pinang
dan gambir dibuat sebanyak 3 dosis perlakuan, perlakuan 1:1 (biji pinang 10mg/20gBB: gambir
4mg/20gBB), perlakuan 2:1 (biji pinang 20mg/20gBB: gambir 4mg/20gBB) dan perlakuan 1:2
(biji pinang 10mg/20gBB:gambir 8mg/20gBB). Kontrol negatif menggunakan CMC Na (0,5g)
dan kontrol positif kafein (1,82 mg/20gBB). Hasil yang didapat menunjukan bahwa perlakuan
2:1 (biji pinang 20mg/20gBB: gambir 4mg/20gBB) merupakan dosis yang paling efektif
dengan efek bertahan paling lama setelah kontrol positif. Sedangkan dosis yang paling efektif
meningkatkan diferensiasi leukosit ada pada perlakuan 1:2 (biji pinang 10mg/20gBB: gambir
4mg/20gBB).
Kata Kunci : Efek Stimulan, Durasi Waktu Lama Jatuh, Diferensiasi Leukosit, Ekstrak Biji
Pinang, Ekstrak Gambir.