Institusion
Universitas Pakuan
Author
Haryanto, Ryan Ramadhan
Taufiq, Ahmad Burhanudin
Lestari, Retno Martanti Endah
Subject
Akuntansi manajemen
Datestamp
2022-08-29 14:04:26
Abstract :
Ryan Ramadhan Haryanto. 022115014. Penerapan Metode Activity Based Costing Terhadap
Harga Pokok Produksi Baju Operasi Dan Jas Dokter (Studi Kasus Pada PT Pesona Linen
Nusantara). Pembimbing Ahmad Burhanudin Taufiq dan Retno Martanti Endah Lestari 2019.
Di dalam kegiatan usaha yang semakin berkembang, akan mengakibatkan persaingan
antar perusahaan semakin ketat dan kompetitif. Salah satunya berdampak pada perusahaan
konveksi yang sudah banyak di temukan di daerah Jakarta Timur. Kenaikan pada harga pokok
produksi akan berpengaruh pada penetapan harga jual. Apabila harga pokok produksi terlalu
tinggi (overcosting), maka harga jual akan menjadi menurun dan kurang diminati oleh
konsumen. Sebaliknya, apabila harga terlalu rendah (undercosting) memang akan menarik
minat konsumen untuk membeli produk hasil perusahaan namun hal ini menebabkan hasil
penjualan tidak dapat menutup biaya produksi. Sehingga akan berdampak pada profitabilitas
perusahaan. PT Pesona Linen Nusantara masih menggunakan system biaya full costing dalam
menentukan harga pokok produksinya. Dengan menerapkan metode activity based costing
dalam memperhitungkan biaya yang terjadi, akan menghasilkan informasi biaya yang akurat
Disamping itu activity based costing mampu mengukur secara cermat biaya-biaya yang keluar
dari setiap aktivitas untuk menghasilkan tarif yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui perbandingan antara Harga Pokok Produksi Produksi Baju Operasi dan Jas Dokter
pada PT Pesona Linen Nusantara dengan menggunakan metode Full Costing dan metode
Activity-Based Costing.
Penelitian ini dilakukan pada PT Pesona Linen Nusantara. Jenis penelitian ini adalah
kualitatif eksplanatory research. Selanjutnya jenis sumber data yang digunakan adalah data
primer yang diperoleh melalui penelitian di PT Pesona Linen Nusantara. Metode analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan
sistem Activity Based Costing yang terdiri dari dua tahap.
Dari hasil perhitungan terdapat perbedaan hasil antara menggunakan metode Activity
Based Costing dengan metode Full Costing dimana dalam harga pokok produksi Baju Operasi
yang dilaporkan dengan menggunakan sistem Full Costing adalah sebesar Rp702.395.015,00
sedangkan perhitungan dengan sistem Activty Based Costing menghasilkan harga pokok
produksi sebesar Rp679.318.721,00 Hal ini memperlihatkan bahwa harga pokok produksi
yang dilaporkan mengalami kelebihan biaya sebesar Rp23.076.294,00 dari Rp702.395.015,00.
Sedangkan dalam Jas Dokter yang dilaporkan dengan menggunakan sistem Full Costing
adalah sebesar Rp651.394.040,00 sedangkan perhitungan dengan sistem Activty Based
Costing menghasilkan harga pokok produksi sebesar Rp635.818.954,00. Hal ini
memperlihatkan bahwa harga pokok produksi yang dilaporkan mengalami kelebihan biaya
sebesar Rp15.575.086,00 dari Rp651.394.040,00. Perbedaan jumlah ini dikarenakan adanya
distorsi biaya pada perhitungan menggunakan sistem Full Costing. Hal ini karena perusahaan
tidak menghitung detail kegiatan dari setiap aktivitas yang dilalui oleh produk Baju Operasi
dan Jas Dokter, seperti yang ada dalam kelompok aktivitas penjahitan dari perhitungan sistem
Activity Based Costing, dengan sistem Full Costing perusahaan tidak memperhitungkan
jumlah penggunan bahan yang benar-benar digunakan oleh produk tersebut sehingga
menyebabkan adanya perbedaan jumlah BOP yang dihasilkan antara sistem Full Costing
dengan Activity Based Costing, yang mana sistem Full Costing menghasilkan kelebihan biaya
daripada sistem Activity Based Costing.
Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Activity Based Costing, Full Costing