Institusion
Universitas Pakuan
Author
Hana Andiani, Nisrina
Noorlaela, Ella
Andini, Septia
Subject
Farmasi
Datestamp
2022-09-03 17:45:38
Abstract :
ABSTRAK
Penetrasi adalah pelepasan zat aktif dari suatu sediaan yang kemudian akan berdifusi
melalui kulit agar dapat mencapai dermis. Penetrasi dapat dipengaruhi oleh bahan tambahan
contohnya bahan pembentuk gel yaitu karbopol 940. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh perbedaan konsentrasi karbopol 940 pada sediaan gel terhadap jumlah zat aktif yang
terpenetrasi kedalam kulit tikus putih betina Spargue-Dawley. Pada penelitian ini digunakan
tikus putih betina sebanyak 3 ekor berumur ± 2 bulan dengan berat 200-300 g pada masing?masing formula yang mengandung ekstrak lada hitam. Tikus diambil kulitnya pada bagian
abdomen dalam keadaan bebas lemak dan bulu kemudian diuji menggunakan alat sel difusi
franz. Sediaan gel diaplikasikan pada permukaan kulit sebanyak ± 200 mg, kemudiaan 5 mL
sampel diambil secara periodik selama 8 jam pada menit ke-10, 30, 60, 90, 120, 180, 240, 300,
360, 420, dan 480. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbedaan konsentrasi karbopol 940
mempengaruhi jumlah zat aktif yang terpenetrasi. Jumlah zat aktif yang terpenetrasi pada
formula 2 dengan konsentrasi 0,5 karbopol 940 yaitu 21,608 µg/ml kemudian formula 3 dengan
konsentrasi 1 karbopol 940 yaitu 19,632 µg/ml dan yang terendah yaitu formula 4 dengan
konsentrasi 1,5 karbopol 940 yaitu 17,528 µg/ml.
Kata kunci : Abdomen tikus, gel, karbopol 940, penetrasi