Abstract :
Adinda Dwi Kresnaningrum. 022114255. Pengaruh CAR, NPL, NIM, BOPO. LDR, dan
GWM, Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia Periode 2014-2016. Dibawah bimbingan Yohanes Indrayono dan Hasan
Basri. 2018
Pada tahun 2014-2016, rasio keuangan perbankan mengalami fluktuasi di tiap
semester yang diakibatkan oleh ketidakstabilan perokonomian. Penurunan peraturan GWM
diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap bank. Seiring dengan
ketidakstabilan perekonomian, bank tetap berupaya meningkatkan kinerjanya dengan
meningkatkan pertumbuhan laba. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan penilaian
atas rasio keuangan perbankan apakah harus diperbaiki, dipertahankan, atau ditingkatkan
lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR,
dan GWM terhadap Pertumbuhan Laba secara parsial dan simultan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian verifikatif dengan metode penelitian yang
digunakan adalah explanatory survey. Variabel independen dalam penelitian ini adalah
CAR (Capital Adequacy Ratio), NPL (Non Performing Loan), NIM (Net Interest Margin),
BOPO (Biaya Operasional pada Pendapatan Operasional), LDR (Loan to Deposit Ratio),
dan GWM (Giro Wajib Minimum). Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini
adalah pertumbuhan laba. Jenis data yang diteliti adalah data kuantitatif. Sumber data
penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dari website Bursa Efek Indonesia. Metode
penarikan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode
Purposive Sampling, dengan kriteria sampel yaitu merupakan bank umum konvensional
dan mengunggah laporan keuangan tahun 2014-2016. Metode pengolahan data yang
digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil uji koefisien regresi secara parsial, nilai signifikansi CAR
sebesar 0,465 lebih dari 0,005. Nilai sebesar -0,744 kurang dari yaitu 2,069.
Jadi, CAR tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Nilai signifikansi NPL sebesar
0,470 lebih dari 0,005. Nilai sebesar 0,736 kurang dari yaitu 2,069. Jadi,
NPL tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Nilai signifikansi NIM sebesar 0,75
lebih dari 0,005. Nilai sebesar 1,869 kurang dari yaitu 2,069. Jadi, NIM tidak
berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Nilai signifikansi BOPO sebesar 0,002 kurang
dari 0,005. Nilai sebesar 3,574 lebih dari yaitu 2,069. Jadi, BOPO
berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Nilai signifikansi LDR sebesar 0,227 lebih dari
0,005. Nilai sebesar 1,244 kurang dari yaitu 2,069. Jadi, LDR tidak
berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Nilai signifikansi GWM sebesar 0,525 lebih dari
0,005. Nilai sebesar -0,647 kurang dari yaitu 2,069. Jadi, GWM tidak
berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan hasil uji koefisien regresi secara
simultan, Nilai sebesar 4,973 dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai
yang sebesar 2,64. Nilai signifikansi 0,002 kurang dari 0,005. Sehingga, dapat ditarik
kesimpulan bahwa CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR, dan GWM secara bersama-sama
berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.
Saran yang dapat diberikan pada manajemen perusahaan adalah untuk fokus pada
setiap aspek penilaian kesehatan perbankan karena setiap aspeknya dapat membantu dalam
meningkatnya pertumbuhan laba. Untuk pihak eksternal diharapkan mampu lebih
memahami aspek dalam penilaian kesehatan bank. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan
dapat menambah variabel lain dan periode penelitian guna memberikan hasil yang lebih
variatif.
Kata Kunci: CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR, GWM, Pertumbuhan Laba