Abstract :
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)
PADA TIKUS JANTAN
The Anti-inflammatory Activities of Asian Pigeonwings (Clitoria ternatae L.) On Male White
Mice Test
Fatihah Rahmah Dzikriyah1
, Ike Yulia Wiendarlina2
, dan Trirakhma Sofihidayati3
.
123Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Pakuan, Bogor, Indonesia Jalan Pakuan PO BOX 452. Bogor 16143
Abstract
Inflammation is a self-defense in our body to get rid of any harmful stimulation, including damaged
cells, irritated, pathogen, and arranging system repairment process. On the inflammation process
generated from free radical compounds which can causes system defacement with the result that
triggering arachidonate biosynthesis acid to prostaglandin as the inflammation mediator. The
symptoms as a result is swelling, soreness, reddish, rash, fever and losing cell function. This study
aims to determine the anti-inflammatory activities of Asian pigeonwings extract and specified the
best dosage seen from the edema inhibition percentage of the male white mice?s paw, which induced
using 1% of carrageenan by subplantar. This study was conducted on five groups of mice consisting
of negative control given 1% CMC-Na, positive control consists of Diclofenic Sodium, and Asian
Pigeonwings extract with the 35 mg/200g Bw, 70 mg/200g BW and 140 mg/200 g BW dosages
variants, given orally then analised using the Randomised Block Design (RBD) and with continued
with Duncan?s follow-up test. The study result shows that Asian pigeonwings extract has anti?inflammatory activities. 1st dosage has an edema inhibition value of 44,98%, 2nd dosage has an
edema inhibition value of 45,98% edema, and 3rd dosage has an edema inhibition value of 61,35%.
3
rd dosages which are 140mg/200g BW, have the best dosages that can reduce the volume of edema
in the feet of mice by 61,35%
Keywords: Anti-inflammation, Asian pigeonwings, Edema Inhibition.
Abstrak
Inflamasi atau peradangan yaitu upaya perlindungan pada tubuh untuk mengilangkan rangsangan
berbahaya, termasuk sel-sel yang rusak, iritasi, patogen dan mengatur proses perbaikan jaringan.
Pada proses inflamasi dihasilkan dari senyawa-senyawa radikal bebas yang dapat menyebabkan
perusakan jaringan sehingga bisa memicu biosintesis asam arakidonat menjadi prostaglandin sebagai
mediator inflamasi. Gejala yang ditimbulkan yaitu pembengkak, rasa nyeri, kemerahan, ruam, panas,
dan hilangnya fungsi sel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antiinflamasi ekstrak
bunga telang dan menentukan dosis terbaik dengan parameter dari persen inhibisi udema kaki tikus
putih jantan yang diinduksi menggunakan karagenan 1% dengan metode subplantar. Penelitian
dilakukan dengan 5 kelompok tikus putih jantan terdiri kontrol negatif diberi CMC-Na 1%, kontrol
positif terdiri Natrium Diklofenak, dan ekstrak bunga telang dengan varian dosis 35 mg/200 g BB,
70 mg/200 g BB, dan 140 mg/200 g BB yang diberikan secara oral kemudian dianalisis data
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang memiliki aktivitas antiinflamasi. Dosis 1
memiliki hasil inhibisi udema sebesar 44,98%, dosis 2 memiliki nilai inhibisi udema sebesar
45.98%, dan dosis 3 memiliki nilai inhibsi udema sebesar 61.35%. Dari ketiga hasil tersebut dosis 3
(140 mg/200g BB) merupakan dosis terbaik yang dapat menurunkan volume udema pada kaki tikus
putih jantan sebesar 61,35%.
Kata kunci: Antiinflamasi, Antiradang, Bunga Telang, Clitoria ternatea L.