Abstract :
Media sosial saat ini tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan saja, tetapi jugamenawarkan
cara yang lebih cepat dan tepat sebagai media pertukaran informasi melalui jaringan online.
Salah satunya adalah kegiatan masak memasak yang dilakukan seseorang untuk
menghidangkan suatu masakan, selain menjadi rutinitas yang cukup penting dalam kehidupan
sehari-hari, Jika diperhatikan lebih lanjut ada hal menarik jika perempuan-perempuan tersebut
dibedakan berdasarkan generasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori uses and
gratification dan metode kuantitatif dengan teknik non-probability sampling, besaran responden
dalam penelitian ini adalah 200 respoden generasi digital natives, dan 200 responden generasi
digital immigrants. Dalam penyebaran kuisioner, peneliti memanfaatkan google form untuk
dibagikan kepada responden penelitian untuk mengetahui seberapa besar pemenuhan
kebutuhan konten masak memasak oleh media sosial bagi Generasi Digital Natives dan
Generasi Digital Immigrants. Dengan menjadikan audiens perempuan didaerah JABODETABEK
sebagai unit analisisnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa konten masak memasak di
media sosial memenuhi kebutuhan dari generasi digital natives dan generasi digital immigrants
melalui pemanfaatan dimensi keperluan dan dimensi fungsi media. Berdasarkan hasil analisis
nilai mean tiap dimensi, dapat disimpulkan jika kedua generasi lebih dominan memanfaatkan
dimensi Fungsi Media untuk memenuhi kebutuhannya dalam kegiatan masak memasak dapat
dibuktikan dengan nilai mean sebesar 3,86.